sedekah – Yayasan Takrimul Quran

Yayasan Takrimul Quran

KEAJAIBAN SEDEKAH: Apa yang kita miliki?

manfaat-sedekahBismillahirrahmanirrahim

Kita lahir tidak punya apa-apa, bahkan sehelai kain untuk menutupi tubuh kita. Begitu juga ketika mati, kita tidak punya apa-apa kecuali seutas kain putih untuk menutupi tubuh kita. Apa yang harus kita banggakan dari semua harta benda. Semuanya itu adalah milik Allah, bahkan dzat kita sendiri pun itu adalah kepunyaan Allah. Makanya terlalu naif ketika kita mengagungkan harta benda sebagai sesuatu yang menjadi segala-galanya dalam hidup ini sehingga melupakan tujuan kita diciptakan di dunia ini.

Sejatinya manusia itu adalah miskin dan tidak punya apa-apa, Allah lah yang telah memberikan kita segalanya, mulai dari kesehatan, kepintaran, keterampilan, kecantikan, kebugaran serta harta benda, itu semuanya adalah anugerah dari Allah yang wajib kita syukuri bersama, kesadaran akan hal ini perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita serta generasi muda, supaya mereka tidak mudah dilalaikan oleh perhiasan dunia yang sangat mengkilau.

Berbicara masalah harta kekayaan dan materi sebagai anugerah dari Allah, hal ini telah disinggung di awal surat al baqarah, ketika Allah menyebutkan kriteria orang-orang bertakwa:

ومما رزقناهم ينفقون

Dan mereka senantiasa menginfakkan dari sebagian rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka (al baqarah: 3).

Ibnu abbas berkata: maksudnya, mengeluarkan zakat dari harta kekayaan yang dimilikinya (Tafsir Ibnu Katsir). Dan arti dari kalimat “maa rozaqnaahum” adalah apa yang telah kami berikan kepada mereka dari rezeki harta dan benda.

Gamblang dan jelas bagi kita sebagai orang-orang yang memiliki keimanan, bahwa diantara bentuk terimakasih kita kepada Allah (bersyukur) atas harta yang saat ini kita miliki sekaligus sebagai implementasi dari ketakwaan kita adalah dengan menginfakkan harta tsb di jalan Allah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما منكم من أحدٍ إلا سيكلمه الله، ليس بينه وبينه ترجمان، فينظر أيمن منه فلا يرى إلا ما قدم، فينظر أشأم منه فلا يرى إلا ما قدم، فينظر بين يديه فلا يرى إلا النار تلقاء وجهه، فاتقوا النار ولو بشق تمرة

Tidaklah salah seorang diantara kalian melainkan akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah, saat ia melihat sebelah kanannya maka ia tidak melihat selain (amalnya) yang pernah dilakukan, saat ia melihat sebelah kirinya maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia lakukan sebelumnya, dan saat ia melihat ke depan maka ia tidak melihat selain NERAKA di depan wajahnya. Maka jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan separuh biji kurma!!! (HR. Bukhori Muslim)

ذكر لي أن الأعمال تباهي، فتقول الصدقة: أنا أفضلكم

Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: ‘Saya yang paling utama diantara kalian'” (Shahih At-Targhib)

Hakekat harta yang kita miliki justru yang kita infakkan dan kita shodaqohkan fi sabilillah, serta bershodaqoh tidak akan pernah sedikitpun mengurangi harta kita inilah yang dimaksud keajaiban sedekah, berikut beberapa faidah dan fadhilah bershodaqoh:

  1. Sesungguhnya shodaqoh bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: sesungguhnya shodaqoh yang tersembunyi itu memadamkan kemarahan Rabb Tabaroka wa ta’ala
  2. Sesungguhnya shodaqoh menghapus kesalahan, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
  3. Sesungguhnya shodaqoh sebagai perisai dari neraka, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: jagalah diri kalian walau dengan separuh biji kurma
  4. Orang yang bershodaqoh akan berada di naungan shodaqohnya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: setiap orang berada di bawah naungan shodaqohnya, sampai diputuskan perkara diantara manusia
  5. Sesungguhnya dalam shodaqoh itu ada obat bagi penyakit-penyakit badan, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: obatilah oleh kalian penyakit kalian dengan shodaqoh

MANHFAAT SEDEKAH: SEDEKAH MEMBUAT HARTA ANDA SEMAKIN BERLIMPAH

Harta-BerlimpahSedekah berasal dari  kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dengan mengharapkan ridho Alloh Ta’ala  .
Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Alloh Ta’ala

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah, dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dirugikan.” [QS Al-Baqarah/2: 272]

Pada  ayat di atas  tertera kata  “harta yang baik” dan “di jalan Alloh  ”. Karena, sangat boleh jadi orang melakukan sedekah tetapi dengan harta yang tidak halal dan baik. Misalnya, membangun masjid dari hasil praktik korupsi, mendirikan pesantren dari hasil pelacuran,menyantuni anak yatim hasil dari suap menyuap dan sebagainya. Sehingga manfaat sedekah yang diberikanpun  tidak  memberi manfaat terlebih mendapatkan pahala dan ridho Alloh.
Harta tidak baik yang digunakan di jalan Alloh   dan harta baik yang digunakan di jalan setan, keduanya tidak bernilai sedekah di mata Alloh  . Sedekah harus memenuhi dua kriteria, sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas, yaitu harta baik yang disalurkan di jalan Allah. Itulah harta yang tidak sia-sia, karena Alloh   akan memberikan ganti dengan berlipat ganda. Alloh  pasti akan menepati janji-Nya sehingga  kewajiban orang yang beriman adalah meyakininya dengan segenap hati bahwa janji itu benar adanya. Alloh  berfirman :

siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak. (Q.S. 57:11)

hadist tentang sedekah

Rasululloh SAW sendiri pernah menginformasikan bahwa bagi orang yang bersedekah akan medapatkan keutamaan sedekah berupa doa kebaikan dari malaikat. Rosul SAW   bersabda

 “Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata “ Ya Alloh berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya’ Sementara yang lain berkata  ‘Ya Alloh berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya,” (HR. Bukhori dan Muslim).
Mengelola dan mengatur  harta memang bukan perkara mudah. Harta kerap bisa mendatangkan keberuntungan bila kita mampu mengelolanya dengan baik, tetapi  jika salah dalam  menggunakannya, harta justru akan menggelincirkan kita pada kesengsaraan. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan lengkap bagaimana cara mengelola harta agar keberadaanya  mendatangkan keberuntungan, bukan kesengsaraan. Salah satunya adalah lewat ajaran sedekah. Harta yang disedekahkan, itulah harta yang sebenarnya, karena akan kekal sampai di alam akhirat. Yang saat ini berada di tangan tidak lain akan menjadi milik ahli waris atau bahkan akan jadi milik orang lain.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bertanya, “Siapakah di antara kamu yang lebih menyukai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?” Serentak para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, tiada seorang pun dari kami, melainkan hartanya adalah lebih dicintainya.” Beliau kemudian bersabda, “Sungguh harta sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya, sedangkan harta ahli warisnya adalah segala yang ditinggalkannya ( setelah mati)” (HR Bukhori dan Muslim)
rezeki adalah segala pemberian Alloh  untuk memelihara  kehidupan. Dalam hidup ini ada dua jenis  rezeki yang diberika Alloh  kepada manusia., yaitu rezeki yang  bersifat hasil  usaha dan rezeki yang bersifat pemberian mutlak dari Alloh   yang  datangnya di luar prediksi manusia, kadang malah tidak memerlukan jerih payah. Karena rezeki yang sifatnya hadiahi merupakan wujud sifat Rahim Alloh Ta’ala  , maka orang yang gemar melakukan sedekah sangat berpeluang mendapatkan keajaiban sedekah yaitu rezeki jenis kedua  ini.  Alloh   melukiskannya  dalam Alquran.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. 2:261)

 

 

KEAJAIBAN SEDEKAH: PERGI HAJI MODAL ”SERATUS RUPIAH”

keajaiban sedekahPada tahun 1991, ONH (ongkos naik haji) adalah sekitar enam juta rupiah. Bertambah lama, seiring dengan perubahan niLai tukar rupiah, ONH semakin naik -7,9,12,21,25 juta rupiah, dan seterusnya.

Bagaimana jika ada orang yang pergi haji dengan modal ‘seratus rupah’ saja?

Alkisah, pada hari minggu pagi yang cerah, seperti biasanya saya pergi belanja di salah satu pasar. Suatu ketika, saya berbelanja palawija pada seorang ibu setengah baya. Ada satu hal yang membuat saya terpana. Saya sangat tertarik melihat cara ibu tersebut melayani pembelinya.

Karena tertarik, maka setiap saya pergi ke pasar tersebut, saya selalu memperhatikan lebih saksama lagi terhadap perilakunya. Beberapa kali saya perhatikan menjadikan saya lebih ‘penasaran’ untuk lebih mengikuti secara rutin kejadian demi kejadian yang ‘diperagakan’ oleh ibu tersebut.

Katakanlah ia bernama Ibu Asih. Apa yang dilakukannya setiap ia melayani pembelinya? Yang membuat saya kagum tiada habisnya ialah, setiap ia selesai menjual barang dagangannya, secara spontan mulutnya selalu bergumam lirih dengan ucapan “Alhamdulillah”.

Baik dagangannya laku sedikit atau laku banyak, selalu saja mulutnya bergumam mengucap “Alhamdulillah” sebagai ungkapan rasa syukurnya.

Yang lebih menarik lagi ialah setiap ada peminta-minta yang menengadahkan tangannya, tidak satu pun yang tidak di sedekahkan.

Meskipun ia sedang sibuk melayani orang-orang yang sedang membeli barang dagangannya, selalu saja ia menyempatkan tangannya untuk mensedekahkan mereka. Diambilnya uang logam seratus rupiah, yang rupanya sudah disediakan untuk orang-orang tersebut. Sayangnya saya tidak pernah bertanya kepadanya kira-kira ada berapa puluh kali dalam satu hari ia sedekahkan orang miskin tersebut.

Ini sebuah kejadian yang nampaknya biasa-biasa saja. Tetapi memiliki nilai yang sangat tinggi dalam kehidupan sosial maupun dalam kehidupan religious. Ucapan syukur beserta penghayatan dan sekaligus pengamalannya telah diperagakan oleh ibu Asih. Meskipun dengan cara sederhana dan dengan nilai rupiah yang kecil.

Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sebuah toko yang lebih besar, yang letaknya tidak seberapa jauh dari ibu penjual palawija ini.

Saya menaksir bahwa keuntungan yang diraih oleh pemilik toko tersebut nampaknya cukup besar setiap harinya. Namun, ia tidak mau dan tidak rela ‘berbagi rasa’ dengan para pengesmis, walaupun hanya seratus rupiah saja.

Sungguh sangat berbeda dengan kondisi ibu Asih, yang dagangannya jauh lebih kecil dibanding toko tersebut, tetapi ia mempunyai hati yang lembut dan rasa welas asih kepada para  peminta-minta.

Setelah saya amati sekian lama, hasil manfaat sedekah dari perilaku ibu Asih tersebut sungguh luar biasa. Saya perhatikan, barang dagangannya semakin lama semakin banyak. Dan klimaksnya, beberapa waktu yang lalu, ia dapat pergi menunaikan ibadah haji bersama suaminya.

Saya pun merenung. Allah telah mengganti seratus rupiah yang diperuntukkan bagi orang-orang miskin itu. Sekarang, dia tumbuh menjadi dua buah ONH untuk Bu Asih dan suaminya. Sungguh luar biasa inilah hasil dari manfaat sedekah!

Satu lagi yang dapat saya simpulkan, bahwa ucapan Alhamdulillah di bibir ibu Asih mempunyai timbangan setara dengan lima puluh juta rupiah. Subhanallah.

Apa janji Allah ? Simaklah firman-Nya,

“Barangsiapa yang mensyukuri nikmat-Ku, pasti akan Aku tambah, dan barangsiapa yang lalai dan kufur terhadap nikmat-Ku, maka tunggullah siksa-Ku amatlah pedih.” (Qs.Ibrahim: 7)

Melihat kisah keajaiban sedekah  sederhana dalam kehidupan semacam ini, sebagai orang yang beriman, tentu hati kita menjadi tergerak untuk menirunya. Meniru kelemah lembutan hatinya. Meniru kepeduliannya. Meniru rasa percaya dirinya akan balasan dari Allah. Dan meniru bagaimana cara mengungkapkan rasa syukurnya.

Yah, kadang-kadan manusia memang harus banyak belajar dari manusia lainnya. Bahkan, dari semua peristiwa yang telah terjadi. Karena semua peristiwa yang telah terjadi di dunia ini adalah contoh berharga yang harus kita pelajari, kita baca, dan kita renungkan. Semua itu merupakan ilmu Allah yang sangat mahal nilainya.

Dengan ‘modal’ seratus rupiah, Bu Asih bisa berangkat haji bersama suami!

Maka ingatlah, akan firman Allah, yang artinya:

“Maka ingatlah kepada-Ku, supaya Aku juga ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih.” (Al-Baqarah : 152)

Demikianlah Artikel  kisah keajaiban sedekah yang berjudul PERGI HAJI MODAL ”SERATUS RUPIAH” ini kami bagikan. mudah-mudahan dengan kita mengambil pelajaran dari kisah ini, kita menjadi hamba yang selalu bersyukur dan memberi kepada sesama. Aamiiin Ya Robbal ‘alamin..

MANFAAT SEDEKAH: KEDERMAWANAN UTSMAN BIN AFFAN

Kisah sedekahBanyak  ayat maupun hadits Rosululloh  yang menjelaskan bahwa bersedekah untuk da’wah adalah amal yang mulia dalam Islam, tingginya kedudukan orang yang bersedekah tidak hanya di akhirat semata, melainkan juga berlaku di dunia. Maka barangsiapa yang loyal, akan terangkat derajatnya, dan bagi yang bakhil akan terhina. Rosululloh  bersabda: ”Orang yang baik di dunia akan menjadi orang yang baik di akhirat.” (HR. Bukhari)

Alloh  pun menjelaskan dalam ayat-Nya yang mulia, bahwa bersedekah dapat menjadikan pelakunya memiliki harta yang berlimpah, ”Katakanlah, ’Sesungguhnya Rabbku melapangkan rizqi bagi siapa yang dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan apa saja yang kalian infaqkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya’.” (QS. Saba’: 39).

Utsman bin Affan  termasuk salah seorang yang menerima Islam di awal perjalanan dakwah Islam. Dia adalah laki-laki yang mendapat gelar Dzun Nurain langsung dari langit, karena dia menantu Rosululloh  yang dinikahkan dengan dua orang putrinya. Beliau memiliki akhlak yang mulia, sangat pemalu, dermawan dan terhormat, senantiasa mendorong keluarga dan familinya agar lebih mendahulukan sesuatu yang kekal daripada sesuatu yang fana dan tidak mempersulit dalam segala urusan mereka. Di antara kedermawanannya adalah beliau mempersiapkan persediaan perang bagi tentara yang berada dalam kesulitan (jaisy al-’usrah, yakni pada perang tabuk).

Hadits Tentang Sedekah

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abdurrahman bin Khabbab dia berkata: Saya menyaksikan Rosululloh memerintahkan pasukan Islam yang berada dalam keadaan sulit (jaysyul ’usrah). Saat itu Utsman berkata, ”Wahai Rosululloh saya akan menanggung seratus ekor unta lengkap dengan alas pelana dan pelananya untuk berjuang di jalan Alloh.”

Kemudian Rosululloh  menyeru kaum muslimin untuk berangkat dan berperang. Utsman   kembali berkata, ”Saya tanggung dua ratus unta lengkap dengan pelananya untuk berjuang di jalan Alloh.

Untuk yang ketiga kalinya Rosululloh  juga menyerukan kaum muslimin untuk berangkat ihad di jalan Alloh. Kembali Utsman berkata, ”Saya tanggung tiga ratus unta dengan sarananya yang lengkap untuk jihad di jalan Alloh ini.” Karena kedermawanannya, Utsman  pun datang menjumpai Rosululloh dengan membawa seribu dinar tatkala dia sedang mempersiapkan Jaysy al-‘Usrah., sehingga Rosululloh  menyampaikan berita gembira kepadanya, bahwa beliau adalah penduduk surga, sebagaimana sabda Rosululloh  : “Barangsiapa yang mendanai pasukan ‘Usrah, maka untuknya surga.” Maka Utsman mendanai pasukan tersebut. (HR. Bukhari)

Beliau  bersabda lagi:  “Siapa saja yang menggali Sumur Rumata, maka untuknya surga.” Maka sumur itu digali oleh Utsman. (HR. Bukhari).

Semoga Alloh  mencurahkan rahmat-Nya kepada Utsman bin Affan  dan memberinya sebaik-baik ganjaran yang diberikan kepada para wali (kekasih) Alloh, inilah keajaiban sedekah Utsman bin Affan dan  jasa yang telah diberikan kepada Islam dan umat Islam. Kita pun memohon kepada-Nya semoga Dia membimbing hati para hartawan untuk bergerak mendermakan hartanya di jalan Alloh  “dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” sebelum kematian menjemput, karena kita sadar bahwa kematian akan lebih cepat menjemput kita semua, dan pasti datang tiada yang sanggup menolaknya.

Maka renungkanlah sabda Rosululloh  dari Asma binti Abu Bakar: ”Infaqkanlah hartamu dan jangan kamu perhitungkan, karena Alloh akan perhitungan denganmu. Dan jangan menunda-nunda karena Alloh akan mnunda-nunda pula atasmu.” (HR. Bukhari & Muslim).

Manfaat Sedekah: Saatnya Memberi, Bukan Memiliki

“Kenapa kalian tidak mau berinfak fii sabilillah, padahal milik Alloh-lah perbendaharaan yang ada di langit dan di bumi…” (QS: al-Hadiid : 10)

manfaat sedekahSetiap Muslim harusnya menyadari bahwa harta yang dia miliki adalah titipan dari Alloh , sebab Alloh-lah yang memudahkan baginya untuk mendapatkan rizki. Kalau bukan karena rahmat Alloh , tentu manusia menjadi orang yang miskin dan kelaparan. Jadi pemilik sesungguhnya atas harta yang ada di tangan kita adalah Alloh . Manusia hanya diberi amanah agar mengolah harta itu dijalan yang diridhoi-Nya.

Masih banyak di antara kaum Muslimin yang memiliki sifat Qorun, ingin mengumpulkan harta yang banyak, seolah-olah dia akan hidup di dunia selamanya tanpa mengenal kematian. Bahkan mungkin dia mencintai harta itu melebihi cintanya kepada Alloh, begitulah asal tabi’at manusia:

 “Dan sesungguhnya manusia sangat kuat mencintai hartanya.(QS: al-‘Adiyat: 8)

Hitunglah berapa banyak harta yang kita belanjakan setiap hari untuk makanan, minuman, dan pakaian, demi memuaskan nafsu syahwat? Coba bandingkan itu semua dengan harta yang kita sedekahkan untuk menolong jalan Alloh ! Adakah lima persennya? Masih terlalu jauh. Bahkan boleh jadi tidak pernah sama sekali.

Seandainya semua manusia mempunyai tabiat buruk seperti ini, agama ini tidak akan sampai ke puncak kejayaan yang diharapkan. Tidak mungkin dakwah  Islam bisa tersebar apabila jiwa-jiwa “Qoruniyah” masih mengakar di dada-dada kaum Muslimin. Belum cukupkah bagi kita tuk menjadikan kisah Qorun sebagai ibroh(pelajaran)?? Ataukah kita merasa aman dari makar Alloh tuk membinasakan kita bersamaan dengan harta yang kita tumpuk? Sudah saatnya kita hancurkan berhala “cinta harta” di dada-dada kita, dan kita jauhkan penyembahan kepada harta, sebelum laknat dari Rosululloh  menimpa kita. Beliau mendo’akan keburukan bagi para penghamba harta;

hadist tentang sedekah

 “Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khomishoh (sejenis pakaian). Celakalah dan sungguh celaka. Jika ia tertusuk duri semoga tidak bisa tercabut” (HR. Bukhori).

 kisah keajaiban sedekah

Adalah Imam al-Laits bin Sa’d  beliau mempunyai pemasukan uang sebesar delapan puluh ribu dinar (sekitar 112 milyar) setiap tahunnya, namun beliau tidak pernah mengeluarkan zakat. Apakah karena beliau bakhil(pelit)?? Tidak..!!, tapi karena harta beliau habis semuanya, disedekahkan sebelum sampai haulnya (1 tahun).

Ingatlah wahai saudaraku, pundi-pundi harta yang disedekahkan di jalan Alloh akan berkata  kepada Alloh di hari kiamat nanti; “Yaa Robb, aku adalah sedekah fulan, selamatkanlah ia dari neraka dan masukkanlah ke dalam surga”. Sebaliknya, apabila tumpukan harta itu tetap disimpan, maka pada hari kiamat nanti ia menjelma menjadi ular hitam besar yang melilit dan berkata kepada pemiliknya: ”Akulah hartamu”.

Setelah seruan sedekah ini, silahkan anda tentukan pilihan anda sendiri. Jenis harta seperti apa yang kita inginkan? Harta yang menyelamatkan ke dalam surga ataukah harta yang akan menjerumuskan ke dalam kubangan api neraka.

“Ingatlah, kalian ini adalah suatu kaum yang diseru untuk berinfak fii sabilillah, lalu di antara kalian ada yang pelit. Barangsiapa yang pelit maka sesungguhnya ia pelit terhadap dirinya sendiri…”(QS: Muhammad: 38)

Oleh : Ridwan Zarkasyi rhm

KISAH SEDEKAH: KEDERMAWANAN UMAR BIN AL-KHATHTHAB

Kisah sedekahBersedekah merupakan amal sholih yang menuntut keikhlasan niat dengan mengharap pahala di sisi-Nya. Seorang mu’min harus mencegah dirinya dari hal-hal yang dapat menggugurkan seluruh kerja dan aktifitasnya, sebuah amalan yang dilandasi keikhlasan yang besar dan sempurna, tentu juga akan mendapatkan balasan yang besar dan sempurna pula. Mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya untuk Alloh  adalah inti ajaran Islam dan kunci dakwah para Rosul. Jadi, demikian agungnya urgensi ikhlas bagi setiap amal untuk kepentingan akhirat dan bagi setiap orang yang meniti jalan kepada Alloh . Dengan hujah iman yang nyata dan cahaya Al-Qur’an, orang-orang yang mempunyai hati mengetahui bahwa kebahagiaan tak mungkin tercapai kecuali dengan ilmu dan ibadah. Semua orang pasti akan binasa kecuali orang-orang yang berilmu. Orang-orang yang berilmu pasti akan binasa kecuali orang yang aktif beramal. Semua orang yang aktif beramal akan binasa kecuali yang ikhlas.

Amal yang tidak disertai ikhlas adalah gambar mati, raga tanpa jiwa. Alloh  hanya menginginkan hakikat amal, bukan rupa dan bentuknya. Maka dari itu Alloh  menolak setiap amal yang pelakunya tertipu dengan amalnya. Rosulullah  bersabda: ”Sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada badan, wajah, dan rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.”Beliau memberi isyarat ke arah hati dengan jari-jari tangannya, dan berkata: ”Takwa itu terletak di sini.” Dan beliau memberi isyarat ke arah dadanya (tiga kali). (HR.Muslim dari Abu Hurairah).

Umar bin Al-Khaththab  adalah salah seorang sahabat Nabi  yang ikhlas dalam bersedekah, dan ia tidak ingin ada manusia yang mengetahui amalnya, tetapi ia hanya menginginkan hanya Alloh  yang mengetahuinya. Ia tidak ingin orang lain tahu bahwa ia seorang yang dermawan. Akan tetapi ia berusaha menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Karena kedermawanannya pula, maka pada masa Umar bin Al-Khaththab , kita akan mendapati begitu banyaknya wilayah-wilayah yang masuk Islam, sehingga pemerintahannya menjadi imperium Islam. Maka, kita pun dapat mengetahui sosok Umar bin Al-Khaththab  sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan rakyat kecil, dan berjiwa sangat sederhana! Hal ini tersirat di antaranya dalam serah terima tanah Palestina kepada Khalifah Umar bin Al-Khaththab . Dia juga mengorbankan segala yang dimilikinya untuk menolong Rasullah . Ia pun tinggal di rumah biasa dan hidup sebagai rakyat biasa di kota Madinah. Meskipun ia hidup dalam kesederhanaan, namun dengan jiwa semangat bersedekah senantiasa tumbuh, mengeluarkan hartanya untuk dakwah di jalan Alloh . Sekalipun demikian beliau sangat disegani segala pihak dan ditakuti dengan penuh kehormatan. Inilah keajaiban sedekah,manfaat sedekah, dan keutamaan sedekah Khalifah Umar bin Al-Khaththab

hadist tentang sedekah

Diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad , beliau berkata, “Hafshah  berkata kepada ‘Umar, ‘Wahai Amirul Mukminin, alangkah baiknya jika engkau memakai pakaian yang paling bagus dan makan dari makanan yang paling enak, karena Alloh telah meluaskan rizki dan harta kepadamu.’ Lalu ‘Umar berkata, ‘Sesungguhnya aku akan mengajukan pertanyaan kepadamu, apakah engkau tidak ingat kesulitan yang telah menimpa Rasullah  begitu pula Abu Bakar ?’ Senantiasa Hafshah mengingat kata-kata tersebut sehingga beliau menangis, lalu ‘Umar berkata kepadanya, “Sungguh aku akan menyertai mereka di dalam kehidupan yang sangat sulit, sehingga aku dapat merasakan kehidupan mereka berdua yang sangat indah.'” (HR.Ahmad). Wallohu a’lam.

KISAH SEDEKAH: KEDERMAWANAN ABU BAKAR ASH SHIDDIQ

kisah sedekahBersedekah di jalan Alloh  adalah amal yang sangat luhur, mulia di sisi Alloh . Dia melipatgandakan pahala-Nya hingga tujuh ratus kali, juga menjanjikan pahala yang banyak bagi orang yang mau menginfaqkan hartanya sebagaimana firman-Nya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Alloh Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al-Baqarah: 261).

hadist tentang sedekah

Abu Bakar  adalah salah seorang shahabat dekat Nabi . Ia selalu beramal dalam kebaikan, dan tidak pernah tanggung-tanggung dalam mensedekahkan hartanya di jalan Alloh. Ia memberikan semua hartanya di jalan Alloh . Salah satu contoh kedermawanannya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari Umar bin Khathab . Ia berkata, “Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah. Pada saat itu aku memiliki harta. Lalu aku berkata, ‘Hari ini aku akan dapat mendahului Abu Bakar. Lalu aku datang membawa separuh dari hartaku. Rasulullah  bertanya, ‘Tidakkah kau sisakan untuk keluargamu?‘ Aku menjawab,’Aku telah menyisakan sebanyak ini.’ Lalu Abu Bakar datang dan membawa harta kekayaannya. Rasulullah  bertanya, ‘Apakah kamu sudah menyisakan untuk keluargamu?‘ Abu Bakar menjawab, ‘Saya telah menyisakan Alloh dan Rasulullah  bagi mereka.’ Aku (Umar) berkata, “Demi Alloh, saya tidak bisa mengungguli Abu Bakar sedikitpun.

Keridhoan pun tertanam pada jiwa putrinya yaitu Asma’  dalam riwayatnya, “Tatkala Rasulullah pergi bersama Abu Bakar, dan Abu Bakar membawa seluruh hartanya sebanyak lima atau enam ribu dirham. Lalu kakekku, Abu Quhafah datang kepada kami. Saat itu beliau sudah buta. Kakek berkata: “Demi Alloh, sungguh saya berpendapat bahwa ia telah menyakiti kalian dengan menafkahkan seluruh hartanya untuk kepentingannya sendiri. Asma’   berkata, “Tidak begitu Kek, sesungguhnya ayah telah meninggalkan harta yang banyak untuk kami.” Asma’  melanjutkan ucapannya, “Lalu aku mengambil beberapa batu dan meletakkan pada lubang rumah yang menjadi tempat penyimpanan harta ayahku. Kemudian saya meletakkan pakaian di atas batu-batu tersebut. Lalu saya menarik kakek seraya berkata, “Wahai kakek, letakkan tanganmu di atas batu ini.” Asma berkata, “Lalu kakekku meletakkan tangannya di atasnya, lalu berkata, “Tidak mengapa kalau dia telah meninggalkan buat kalian barang ini. Sesungguhnya dia telah berbuat baik dan hal ini adalah kelanjutan hidup kalian.” Demi Alloh, ayahku tidaklah meninggalkan untuk kami, akan tetapi aku melakukan hal itu hanya agar kakekku tenang.” (HR. Ahmad).

Begitulah kisah sedekah, keutamaan sedekah, keajaiban sedekah dan kedermawanan Abu Bakar  yang menyerahkan seluruh harta kekayaannya dengan penuh keikhlasan. Lalu berapa persenkah harta yang telah kita sedekahkankan di jalan Alloh, untuk Islam ini? Berapapun persen yang kita sedekahkan dari harta kita dengan istiqomah dan kontinyu, maka sudah luar biasa meskipun itu masih jauh dari apa yang dilakukan oleh Abu Bakar . Betapa banyak  jalan menuju surga, namun masih banyak orang yang merasa berat menitinya. Semoga Alloh  menganugerahkan hidayah taufiq-Nya kepada kita semua, sehingga dengannya kita diberi kemauan dan kemampuan untuk bersedekah di jalan Alloh.

NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM, PRIBADI SANGAT GEMAR SEDEKAH

Mari kita meneladani beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sepenuh hati dengan bersedekah.
Mari kita meneladani beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sepenuh hati dengan bersedekah.

Jika ada seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta sesuatu dimilikinya, tentu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung mengabulkan permintaan itu. Beliau akan memberinya, sedikit atau banyak. Inilah kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah pribadi dermawan, dan paling besar sedekah nya dengan apa yang beliau miliki. Terkadang dengan memberikan makanan, dan pada waktu lainnya pakaian. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu lebih mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri.

Meski beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam suka memberi, tetapi bukan berarti tak mau menerima pemberian. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak enggan menerima pemberian dari orang lain, selain sedekah. Akan tetapi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan membalas pemberian itu secara timbal-balik, dan bahkan lebih banyak dan lebih baik.

Pemberian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam layaknya orang yang tidak pernah merasa takut jatuh miskin. Tidak mengherankan, karena memberi dan bersedekah termasuk urusan yang sangat beliau gemari. Bahkan senyum kegembiraan beliau saat menyerahkan pemberian mengalahkan keriangan orang yang menerimanya.

Sedekah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak ragamnya, baik bersifat langsung, maupun tidak langsung. Jenis yang langsung, misalnya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sedekah atau hadiah kepada orang lain. Sedangkan, cara lainnya dalam bersedekah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tempuh –misalnya- dengan membeli sesuatu barang dan membayarnya dengan melebihkan harga yang diminta sang penjual.

Pernah pula kisah sedekah pada kurun 14 abad yang lau, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli barang dari seorang penjual, kemudian membayarnya sesuai permintan penjual, dan sekaligus saat itu menyerahkan kembali barang yang dibelinya itu kepada penjualnya. Sahabat Jâbir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma pernah mendapatkan kenangan manis seperti ini dengan insan termulia sepanjang zaman itu. Yaitu saat sahabat ini menjual ontanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Contoh lain kisah sedekah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , misalnya manakala berhutang sesuatu kepada orang lain. Saat melunasinya beliau bayar dengan barang yang lebih banyak atau lebih bagus. Dalam hadist tentang sedekah, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik cara melunasi utangnya. (HR:Bukhaari).

Begitu mengesankan kedermawanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Hingga seorang yang sangat bakhil sekalipun, bila menyaksikan kemudahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan, orang bakhil akan berubah drastis, sifat kikirnya akan terkikis, dan akhirnya menjadi sosok pemurah dan ringan membantu sesama.

Berkat kedermawanan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, tak ayat sejumlah orang juga akhirnya sudi memeluk Islam, karena terpikat sifat sosial yang mencengangkan ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjakan mereka dengan bingkisan besar, misalnya seratus ekor onta, supaya hati mereka tertambat dengan Islam, yang menawarkan kerahamahan dan persahabatan.Inilah salah satu manfaat sedekah.

Sosok beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Seorang pribadi yang selalu dipenuhi perbuatan ihsan, sedekah, dan perbuatan yang ma’ruf (baik). Tangan kanan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bak angin sepoi-sepoi yang mengantarkan semilir kebaikan bagi yang membutuhkan. Ini sangat membekaskan pengaruh positif bagi diri Nabi sendiri, sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi insan yang lapang dada, menjadi pribadi dan jiwa terbaik, dan hati yang selalu tentram. Banyaknya harta tidak akan memberatkannya, lantaran beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam senang melihat orang lain gembira.

Sungguh keajaiban sedekah dan berbuat baik kepada orang lain memberikan pengaruh mengagumkan dalam melapangkan dada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain, lantaran keistimewaan risalah dan nubuwwah yang melekat pada beliau, dan disingkirkannya jalan setan pada hati beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.

Mari kita meneladani beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sepenuh hati dengan bersedekah.