manaaf sedekah Archives - Yayasan Takrimul Quran

Yayasan Takrimul Quran

KEAJAIBAN SEDEKAH: Apa yang kita miliki?

manfaat-sedekahBismillahirrahmanirrahim

Kita lahir tidak punya apa-apa, bahkan sehelai kain untuk menutupi tubuh kita. Begitu juga ketika mati, kita tidak punya apa-apa kecuali seutas kain putih untuk menutupi tubuh kita. Apa yang harus kita banggakan dari semua harta benda. Semuanya itu adalah milik Allah, bahkan dzat kita sendiri pun itu adalah kepunyaan Allah. Makanya terlalu naif ketika kita mengagungkan harta benda sebagai sesuatu yang menjadi segala-galanya dalam hidup ini sehingga melupakan tujuan kita diciptakan di dunia ini.

Sejatinya manusia itu adalah miskin dan tidak punya apa-apa, Allah lah yang telah memberikan kita segalanya, mulai dari kesehatan, kepintaran, keterampilan, kecantikan, kebugaran serta harta benda, itu semuanya adalah anugerah dari Allah yang wajib kita syukuri bersama, kesadaran akan hal ini perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita serta generasi muda, supaya mereka tidak mudah dilalaikan oleh perhiasan dunia yang sangat mengkilau.

Berbicara masalah harta kekayaan dan materi sebagai anugerah dari Allah, hal ini telah disinggung di awal surat al baqarah, ketika Allah menyebutkan kriteria orang-orang bertakwa:

ومما رزقناهم ينفقون

Dan mereka senantiasa menginfakkan dari sebagian rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka (al baqarah: 3).

Ibnu abbas berkata: maksudnya, mengeluarkan zakat dari harta kekayaan yang dimilikinya (Tafsir Ibnu Katsir). Dan arti dari kalimat “maa rozaqnaahum” adalah apa yang telah kami berikan kepada mereka dari rezeki harta dan benda.

Gamblang dan jelas bagi kita sebagai orang-orang yang memiliki keimanan, bahwa diantara bentuk terimakasih kita kepada Allah (bersyukur) atas harta yang saat ini kita miliki sekaligus sebagai implementasi dari ketakwaan kita adalah dengan menginfakkan harta tsb di jalan Allah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما منكم من أحدٍ إلا سيكلمه الله، ليس بينه وبينه ترجمان، فينظر أيمن منه فلا يرى إلا ما قدم، فينظر أشأم منه فلا يرى إلا ما قدم، فينظر بين يديه فلا يرى إلا النار تلقاء وجهه، فاتقوا النار ولو بشق تمرة

Tidaklah salah seorang diantara kalian melainkan akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah, saat ia melihat sebelah kanannya maka ia tidak melihat selain (amalnya) yang pernah dilakukan, saat ia melihat sebelah kirinya maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia lakukan sebelumnya, dan saat ia melihat ke depan maka ia tidak melihat selain NERAKA di depan wajahnya. Maka jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan separuh biji kurma!!! (HR. Bukhori Muslim)

ذكر لي أن الأعمال تباهي، فتقول الصدقة: أنا أفضلكم

Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: ‘Saya yang paling utama diantara kalian'” (Shahih At-Targhib)

Hakekat harta yang kita miliki justru yang kita infakkan dan kita shodaqohkan fi sabilillah, serta bershodaqoh tidak akan pernah sedikitpun mengurangi harta kita inilah yang dimaksud keajaiban sedekah, berikut beberapa faidah dan fadhilah bershodaqoh:

  1. Sesungguhnya shodaqoh bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: sesungguhnya shodaqoh yang tersembunyi itu memadamkan kemarahan Rabb Tabaroka wa ta’ala
  2. Sesungguhnya shodaqoh menghapus kesalahan, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
  3. Sesungguhnya shodaqoh sebagai perisai dari neraka, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: jagalah diri kalian walau dengan separuh biji kurma
  4. Orang yang bershodaqoh akan berada di naungan shodaqohnya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: setiap orang berada di bawah naungan shodaqohnya, sampai diputuskan perkara diantara manusia
  5. Sesungguhnya dalam shodaqoh itu ada obat bagi penyakit-penyakit badan, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: obatilah oleh kalian penyakit kalian dengan shodaqoh

MANHFAAT SEDEKAH: SEDEKAH MEMBUAT HARTA ANDA SEMAKIN BERLIMPAH

Harta-BerlimpahSedekah berasal dari  kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dengan mengharapkan ridho Alloh Ta’ala  .
Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Alloh Ta’ala

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah, dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dirugikan.” [QS Al-Baqarah/2: 272]

Pada  ayat di atas  tertera kata  “harta yang baik” dan “di jalan Alloh  ”. Karena, sangat boleh jadi orang melakukan sedekah tetapi dengan harta yang tidak halal dan baik. Misalnya, membangun masjid dari hasil praktik korupsi, mendirikan pesantren dari hasil pelacuran,menyantuni anak yatim hasil dari suap menyuap dan sebagainya. Sehingga manfaat sedekah yang diberikanpun  tidak  memberi manfaat terlebih mendapatkan pahala dan ridho Alloh.
Harta tidak baik yang digunakan di jalan Alloh   dan harta baik yang digunakan di jalan setan, keduanya tidak bernilai sedekah di mata Alloh  . Sedekah harus memenuhi dua kriteria, sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas, yaitu harta baik yang disalurkan di jalan Allah. Itulah harta yang tidak sia-sia, karena Alloh   akan memberikan ganti dengan berlipat ganda. Alloh  pasti akan menepati janji-Nya sehingga  kewajiban orang yang beriman adalah meyakininya dengan segenap hati bahwa janji itu benar adanya. Alloh  berfirman :

siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak. (Q.S. 57:11)

hadist tentang sedekah

Rasululloh SAW sendiri pernah menginformasikan bahwa bagi orang yang bersedekah akan medapatkan keutamaan sedekah berupa doa kebaikan dari malaikat. Rosul SAW   bersabda

 “Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata “ Ya Alloh berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya’ Sementara yang lain berkata  ‘Ya Alloh berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya,” (HR. Bukhori dan Muslim).
Mengelola dan mengatur  harta memang bukan perkara mudah. Harta kerap bisa mendatangkan keberuntungan bila kita mampu mengelolanya dengan baik, tetapi  jika salah dalam  menggunakannya, harta justru akan menggelincirkan kita pada kesengsaraan. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan lengkap bagaimana cara mengelola harta agar keberadaanya  mendatangkan keberuntungan, bukan kesengsaraan. Salah satunya adalah lewat ajaran sedekah. Harta yang disedekahkan, itulah harta yang sebenarnya, karena akan kekal sampai di alam akhirat. Yang saat ini berada di tangan tidak lain akan menjadi milik ahli waris atau bahkan akan jadi milik orang lain.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bertanya, “Siapakah di antara kamu yang lebih menyukai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?” Serentak para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, tiada seorang pun dari kami, melainkan hartanya adalah lebih dicintainya.” Beliau kemudian bersabda, “Sungguh harta sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya, sedangkan harta ahli warisnya adalah segala yang ditinggalkannya ( setelah mati)” (HR Bukhori dan Muslim)
rezeki adalah segala pemberian Alloh  untuk memelihara  kehidupan. Dalam hidup ini ada dua jenis  rezeki yang diberika Alloh  kepada manusia., yaitu rezeki yang  bersifat hasil  usaha dan rezeki yang bersifat pemberian mutlak dari Alloh   yang  datangnya di luar prediksi manusia, kadang malah tidak memerlukan jerih payah. Karena rezeki yang sifatnya hadiahi merupakan wujud sifat Rahim Alloh Ta’ala  , maka orang yang gemar melakukan sedekah sangat berpeluang mendapatkan keajaiban sedekah yaitu rezeki jenis kedua  ini.  Alloh   melukiskannya  dalam Alquran.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. 2:261)