kisah rasulullah Archives - Yayasan Takrimul Quran

Yayasan Takrimul Quran

Menjaga kesehatan ala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam

menjaga-kesehatan-ala-rasulullahNikmat “sehat” adalah anugerah dari Allah yang wajib kita syukuri, dan diantara bentuk syukur terhadap nikmat sehat tsb adalah dengan senantiasa menjaga badan dan kesehatan kita sebagaimana tuntunan dari kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, menjaga kesehatan tubuh secara islami tentunya lebih utama untuk dilakukan khususnya oleh kaum muslimin, karena selain kesehatan tubuh yang terjaga secara alamiah, juga ada nilai plusnya berupa pahala mengikuti dan mencontoh sunah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam menjaga serta mempertahankan kesehatannya?

Berikut adalah kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam kesehariannya yang membuat fisik beliau shalallahu ‘alaihi wa salam selalu tetap sehat;

1.Membersihkan mulut

Membersihkan mulut sangat ditekan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, sebuah hadis riwayat Amhad, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.” Jika Ikatan Dokter Indonesia menyarankan untuk membersihkan mulut (gosok gigi) dalam sehari itu 2 kali (sehabis sarapan dan sebelum tidur), maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menganjurkan umatnya untuk bersiwak (membersihkan mulut) minimal 7 kali dalam sehari, kapan saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menganjurkan kita untuk bersiwak?

-Ketika berwudhu, berdasarkan hadits abu Huroiroh ra, bahwasannya Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan untuk bersiwak ketika hendak berwudhu.”(HR. Ahmad)

-Ketika hendak melakukan sholat, berdasarkan hadits abu huroiroh bahwasannya Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda “Seandainya tidak memberatkan umatku sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak pada tiap waktu sholat.”(HR. Bukhori)

-Ketika membaca al Quran, berdasarkan hadits ali ra, dia berkata: “Rosulullah memerintahkan kepada kami untuk bersiwak. Kemudian dia (ali ra) berkata: Rosulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba apabila ia bersiwak kemudian dia sholat, maka malaikat akan ikut sholat di belakangnya. Lalu mendengarkan bacaan al qurannya dan mendekatinya sampai seakan akan ia meletakkan mulutnya di atas mulut seorang tersebut. Maka tidaklah keluar dari mulut seorang hamba sedikitpun berupa bacaan al quran kecuali akan tercium oleh malaikat. Maka bersihkanlah mulut mulut kalian ketika membaca al quran.”(HR. Al bazzar)

-Ketika masuk rumah, berdasarkan hadits Miqdad bin syuraikh dari ayahnya, dia berkata: saya bertanya kepada aisyah ra, Dengan apakah Rosulullah saw memulai ketika memasuki rumah ? Aisyah ra menjawab, Beliau memulai dgn bersiwak.”(HR.Abu dawud)

-Ketika bangun tidur (hendak melakukan sholat tahajud) Berdasarkan hadits Huzaifah ra dia berkata: “Rosulullah saw ketika bangun sholat malam beliau menggosok mulutnya dgn siwak.”(HR. Bukhori)

-Berdasarkan hadits Aisyah dia berkata: “Rosulullah tidak tidur diwaktu malam ataupun siang lalu beliau bangun kecuali beliau bersiwak sebelum berwudhu.”(HR. Abu dawud)

 2.Beliau Senantiasa Bangun Sebelum Shubuh

Rasulullah senantiasa bangun sebelum shubuh datang. Beliau tidak pernah meninggalkan sholat sunnah fajar yang pahalanya lebih baik dari dunia dan isinya. Selain itu, rahasia terbesar yang terdapat pada saat sebelum shubuh adalah;
– Pahala yang berlimpah, dan waktu do’a yang mustajab

– Udara shubuh yang bagus untuk kesehatan,

– Memperkuat Otak untuk berpikir

3.Tidak Banyak Makan

Pusat segala macam adala perut. Betapa banyak manusia yang sembarangan mengkonsumsi makanan, yang tidak jelas mengandung gizi yang dibutuhkan atau tidak. Apalagi kehalalannya, orang sudah tidak perduli. Yang penting enak diperut dan mengenyangkan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallama mengajarkan kita untuk tidak tidak berlebihan dalam makan dan minum. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallama mengajarkan untuk memberikan ruang udara 1/3 dalam perut kita, setelah 1/3 diisi makanan dan 1/3 lagi diisi air.

4.Tidur dalam kondisi lampu dimatikan dan tidak tidur tengkurap

Beberapa ahli biologi seperti Joan Robert mengemukakan bahwa saat Anda tidur dalam keadaan lampu yang mati, tubuh akan menghasilkan hormon melatonin yang berfungsi sebagai penghasil kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Tetapi saat Anda menyalakan lampu saat akan tidur pada malam hari, maka tubuh tidak akan memproduksi hormone melatonin. Kerena itu disarankan untuk Anda mematikan lampu pada malam hari saat akan tidur.

5.Tidur tidak tengkurap

Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri melarang orang tidur tengkurap. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Rasul pernah membangunkan seorang sahabat yang tengah tidur tengkurap di masjid. Bukan dengan tangan. Hadis itu menyebut Nabi Muhammad membangunkan sahabat itu dengan kakinya seraya melarang tidur dalam posisi tengkurap.

Seperti kita fahami, saat tidur tengkurap kepala menghadap ke bawah. Pastinya, pernafasan akan terganggu karena hidung tertutup bantal. Parahnya lagi, bagian dada dan perut juga tertekan saat tengkurap. Sehingga menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas.

Posisi tidur tengkurap juga bisa membuat posisi jantung terhimpit. Akibatnya, aliran darah tak maksimal. Asupan oksigen dalam tubuh tersendat, sehingga kinerja otak terganggu.

6.Berusaha untuk tidak pernah marah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallama selalu memberikan nasihat kepada sahabatnya untuk tidak marah. Bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallama mengulang-ulang “Jangan Marah” sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.

Itulah petunjuk dan kisah Rasulullah saw tentang bagaimana menjaga kesehatan. Sangat mudah untuk dijalani. Dan konsekuensi bagi orang yang meneladani Rasulullah saw adalah mendapatkan pahala, juga badan yang terhindar dari penyakit. Sementara jika kita bersikap acuh dan tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup, maka tentu saja tidak mendapatkan pahala, hanya mungkin mendapatkan penyakit yang tinggal menunggu waktu.

Tangisan Rasulullah S.A.W

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu”. (QS. Al-Isro: 109)

tangisan rasulullahIbnu Mas’ud suatu kali pernah di datangi oleh Rasulullah S.A.W, kemudian Rasulullah S.A.W bersabda kepada Ibnu Mas’ud, “Bacakanlah Al-Quran untukku.”, kemudian Ibnu Mas’ud bertanya, duhai Nabiyulloh untuk apa aku membacakan Al-Quran untukmu sedangkan Al-Quran diturunkan melalui engkau, beliau S.A.W bersabda, “Sungguh aku ingin mendengarnya dari selain diriku sendiri.”. Maka kemudian Ibnu Mas’ud akhirnya membacakan surat An-Nisa` didepan Rasulullah S.A.W, hingga sampai sebuah ayat:

Maka bagimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seorang saksi (rosul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).(QS. An-Nisa`: 41)

Kemudian Rasulululloh S.A.W bersabda, ” cukup wahai Ibnu Mas’ud”, Ibnu Mas’ud pun menghentikan bacaannya, dan kemudian Ibnu Mas’ud melihat kepada Rasulloh S.A.W, dan Rasulullah terlihat berlinangan air matanya.

akhlak rasulullah S.A.W

Saudaraku…inilah linangan air mata dari seorang manusia yang paling bertakwa diantara kita, manusia yang paling mencintai Alloh, dan juga yang paling takut kepada Alloh. Inilah akhlak rasulullah, Gerangan apa yang menjadikan Ia S.A.W menangis..? yakni karena takut kepada-Nya, memikirkan bagaimana kejadian yang sebenarnya akan terjadi kepada umatnya. Didalam sebuah kesempatan Nabiyulloh mulia Muhammad S.A.W berkhutbah didepan para sahabatnya, nabi bersabda,

“Jika kalian semua mengetahui apa-apa  yang kuketahui pasti kalian semua akan sedikit tertawa dan pasti akan banyak menangis.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi).

Kerinduan dan kecintaan Rasulullah S.A.W  kepada Alloh pun selalu membuat dirinya menangis dan berlinang air matanya, Abdulloh bin Asyikhkhir menceritakan saat dirinya menemui Rasulullah, dan ia mendapatkan Rasulullah S.A.W tengah menunaikan sholat dan Abdulloh mendengar tangisan Rasulullah S.A.W bagaikan suara mendidih dalam kuali rebusan, apa yang menyebabkan hal tersebut? Karena kerinduannya dan takutnya kepada Alloh sehingga kekerasan hati menjadi luluh karenanya. Inilah hakikat dari sifat manusia-manusia yang selalu rindu dengan Alloh sehingga ketika disebut nama Alloh atau mengingat Alloh ia rindu dan takut kepada-Nya, Rasulullah S.A.W bersabda, “Seseorang yang berdzikir kepada Alloh dalam kesendirian sehingga berlinang air matanya” ya..itulah kejujuran iman sehingga mampu memunculkan mahabbah (cinta) yang sangat dalam kepada Alloh, sehingga seringkali mata tak kuasa untuk menahan lelehan air matanya. Dan sifat inilah yang di sematkan oleh Alloh kepada hamba-hambanya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”(QS. Al-Anfal: 2)

Para ahli tafsir mengomentari ayat ini dengan mengatakan bahwa hanyalah orang-orang munafiq yang tidak pernah merasakan pengaruh dari ayat-ayat Alloh, apalagi sampai meneteskan air matanya. Dan hanyalah orang-orang yang selalu rindu dan takut kepada Alloh yang selalu, ketika dia di ingatkan tentang Alloh hatinya menjadi tunduk dan meneteskan air matanya.

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali-‘Imron: 135)

Inilah respon dari jiwa-jiwa yang senantiasa rindu dan takut hanya kepada Alloh, saat ia diingatkan tentang Alloh secara cepat ia pun ingat akan dosa-dosanya dan ia selalu memohon agar Alloh mengampuni dosa-dosanya.

Dan suatu kali Rasulullah S.A.W pernah mendatangi Ubay bin Ka’ab, dan nabiyulloh menceritakan  kepada Ubay bahwa ia diperintahkan oleh Alloh untuk mendatanginya dan membacakan sebuah ayat (orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang musyrik mengatakan bahwa mereka tidak akan.. (QS. Al-Bayyinah: 1)). Maka ketika mendengar itu Ubay bin Ka’ab bertanya kepada Rasulullah S.A.W, “Apakah Alloh menyebut namaku..??” Nabi S.A.W menjawab, “Betul”, maka seketika itu Ubay menangis. Kenapa Ubay menangis? Bisa jadi karena kerinduannya dan kegembiraannya kepada Alloh. Inilah salah satu kisah rasulullah dari beberapa kisah-kisah yang bertebaran di berbagai riwayat nabi muhammad S.A.W.

Rindukah hati anda kepada Alloh..? sudahkah anda menangis dengan kerinduan itu..? hati-hatilah terhadap kemunafikan dalam hati anda, yang menjadikan anda tidak mampu untuk menangis.-Red-