Khutbah Jum'at : Konsep Hidayah Di Dalam Islam - Yayasan Takrimul Quran

Yayasan Takrimul Quran

Khutbah Jum’at : Konsep Hidayah Di Dalam Islam

إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتـَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئاَتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.149765_454163917095_187588732095_6059964_5494929_n

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Kaum muslimin rahimakumullah…

Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini tidak akan keluar dari ketentuan yang telah Allah  tetapkan. Penciptaan segenap makhluk beserta segala perubahan yang ada dan menyertainya tersusun oleh sebuah sistem yang sangat rapi, indah dan teratur. Allah  telah menentukan sunnah-Nya atas alam semesta ini, dan sungguh beruntung mereka yang dapat memahaminya, mengambil pelajaran setelah mentadabburinya, guna memperkokoh keimanannya.

Salah satu sunnatullah tersebut adalah dalam hal al-huda wad dholal (hidayah/ petunjuk dan kesesatan), dimana mereka yang mengikuti hidayah-Nya pasti akan meraih kebahagiaan hakiki, kesenangan hidup tanpa rasa takut dan bersedih hati. Sebaliknya, mereka yang membangkang, menjauh, menolak dan tidak mengikuti hidayah-Nya pasti akan tersesat jalan. Ia hanya akan melangkah ke jurang kebinasaan. Hidupnya akan terus diliputi kesempitan, hatinya pun akan terus larut dalam kegundahan. Kalaupun ada kebahagiaan yang ia rasakan, itu hanyalah sementara dan semu belaka. Kesulitan, kesempitan, kegundahan –bahkan lebih dari itu semua- kebinasaan pasti akan didapatkan oleh mereka yang meniti jalan yang salah, dan menjauhi jalan hidayah. Mereka yang salah dalam mengayun langkah, keliru dalam menentukan arah, dan akhirnya tidaklah pernah berjumpa dengan kebahagiaan yang mereka cari.

Allah  berfirman, memerintahkan Rasul-Nya untuk mengatakan ;

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” (QS. Al-Baqarah [2]: 120).

Allah  memerintahkan Rasul-Nya yang mulia untuk menyatakan bahwa petunjuk Allah yang dengannya beliau telah diutus yaitu agama yang lurus, benar, dan mencakup segala urusan, itulah petunjuk yang hakiki, satu-satunya yang pantas untuk dinamakan hidayah, dimana tidak ada hidayah selainnya.

Allah juga telah menegaskan bahwa Dia Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa berada di atas jalan yang lurus atau Shirotul Mustaqim. Allah berfirman :

“Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubun-nya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus”. (QS. Huud [11]: 56)

 

Jalan inilah yang dengannya Ia telah mengutus Rasul-Nya  sebagaimana dalam firman-Nya :

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabbku kepada jalan yang lurus… “. (QS. Al-An’am [6]:161)

Jalan ini-lah yang Allah telah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar meminta ditunjuki kepada jalan itu, sebagaimana kita baca setiap hari dalam surat Al-Fatihah:

 

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat”. (QS. Al-Fatihah [1]: 6-7).

 

Kaum muslimin rahimakumullah…

Hidayah Allah adalah agama Islam itu sendiri, dimana seluruh ajarannya adalah petunjuk bagi segenap manusia. Sungguh beruntung mereka yang meniti jalan hidayah ini, yang mau berpegang kuat dengannya, bahkan menggigit keras sekalipun dengan gerahamnya. Adapun segala bentuk agama apapun di luar Islam tidaklah pantas untuk dinamakan petunjuk. Hal itu semua hanya bersumber dari hawa nafsu yang tidak akan pernah menuntun kepada kebenaran.

Dari sini kita memahami bahwa Allah  telah memancangkan jalan-Nya yang lurus, dan Ia hanya akan dapat dijumpai di atas jalan itu. Mereka yang mau meniti jalan itulah yang sebenarnya meniti jalan hidayah-Nya. Jalan itulah yang telah Ia berikan kepada Rasul-Nya yang mulia untuk disampaikan kepada ummatnya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْﺁن الْعَظِيْمِ وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاۤيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ .أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَ لِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH II

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ، نَحْمَدَهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Kaum muslimin rahimakumullah…

Sebagai salah satu bentuk rahmat Allah  kepada manusia, Ia tidak hanya menjelaskan jalan-jalan keberuntungan untuk diikuti, tetapi juga jalan-jalan kesesatan yang harus dijauhi. Jalan keberuntungan itu ada pada pengikutan ajaran Rasulullah , dan jalan kesesatan itu ada pada penyelisihan ajaran beliau. Bahkan Allah  mengancam mereka yang tidak mau mengikuti pemahaman dan penerapan Islam sebagaimana Rasulullah  laksanakan dan ajarkan kepada para sahabatnya, niscaya akan ditinggalkan oleh Allah, dan dibiarkan dalam kesesatan yang telah mereka pilih dan ikuti itu.

Allah  berfirman ;

“Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. An-Nisa’ [4]: 115)

Semoga Allah  memberikan kita hidayah untuk mengikuti ajaran Rasulullah , agar dengannya kita termasuk ke dalam umatnya yang setia.

 

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍّ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي اْلأُمُوْرِ، وَنَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ، وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي اْلأُمُوْرِكُلَّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لََعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tinggalkan komentar