Inspirasi Archives - Yayasan Takrimul Quran

Yayasan Takrimul Quran

IBU, JASAMU TIADA TARA

IBU, JASAMU TIADA TARA Takrimul Quran

Agama Islam memandang Ibu sebagai sebuah poros dan sumber kehidupan. Dari seorang ibu, lahirlah sebuah kehidupan yang akan meramaikan dunia.

Seorang ibu adalah semilir angin sejuk yang menghembuskan nafas kedamaian dan kasih sayang ke seluruh ruang kehidupan. Ia sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik. Ibu adalah sosok pertama yang menanamkan norma-norma kebaikan dalam kehidupan manusia, sekaligus menjadi teladan dalam bersikap.

Jasa ibu tergambar dalam al-Qur’an, Alloh berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Robbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. al-Ahqaaf: 15)

Seorang anak yang telah terbentuk dari peran sesosok ibu akan berbuat yang terbaik bagi kedua orangtuanya, terkhusus bagi ibu yang jasanya tiada tara.

Dalam Hadis Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan, “Siapakah orang yang paling utama mendapat perlakuan yang baik?”, Nabi menjawab, “Ibumu”. “Sesudah itu?” Nabi mengatakan, “Ibumu”. “Lalu setelah itu?”. Nabi sekali lagi menegaskan, “Ibumu”. “Kemudian?”. Baru Nabi mengatakan, “ayahmu”.

PAHALA DARI BERSEDEKAH UNTUK SANTRI

PAHALA DARI BERSEDEKAH UNTUK SANTRI Takrimul Quran

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shohihnya, Rosululloh sholallohu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan”. (HR. Muslim)

Jika kita menjadi pembuka jalan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan untuk memperoleh kebaikan, niscaya kita akan mendapat pahala kebaikan sebagaimana yang mereka peroleh dari amal-amal mereka.

Para santri penghafal Qur’an yang sedang menuntut ilmu syar’i, mereka menjaga qiyamul lail, berpuasa sunnah, sholat berjama’ah tepat waktunya, menambah hafalan Qur’annya hari demi hari, semua itu adalah amalan-amalan yang diridhoi Alloh subhanahu wa ta’ala. Pahala mereka dapat mengalir juga kepada kita, jika kita bersedekah untuk segala kebutuhan mereka.

Sebagaimana hadits di atas yang membimbing kita menerangi jalan kehidupan, siapa saja menunjuki kebaikan, niscaya akan mendapatkan pahala seperti pahala kebaikan orang yang mengerjakan. Wallohu’alam

MEREKA SUDAH TIDAK SABAR LAGI

Banyak para santri penghapal al qur’an yang masih memerlukan alqur’an2 yang layak untuk di gunakan sebagai sarana belajar mereka.

Kami dari Yayasan Takrimul Qur’an mengajak kepada semua kaum muslimin untuk berlomba-lomba dalam kebaikan untuk kebaikan berupa wakaf alqur’an untuk para santri di pesantren.

Mereka sudah tidak sabar lagi untuk dapat mengalirkan pahala untuk anda semua yang sudah berdonasi untuk wakaf alqur’an. Para santri sudah tidak sabar untuk dapat membaca ataupun menghafal dengan menggunakan Al-Qur’an alqur’an yang baru.

Semoga dengan adanya bantuan alqur’an dari para kaum muslimin melalui Yayasan Takrimul Qur’an dapat menambah semangat belajar mereka dan pahala bacaan para santri akan mengalir kepada diri anda terus menerus hingga hari kiamat…..aamiin

Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah.
.
Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan tentang penyesalan orang-orang kafir di akhirat, ketika sudah terlambat pintu taubat itu bagi mereka. Allah berfirman:
.
“Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 2)
Dan firman-Nya:
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَ مَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 3)
Orang-orang kafir itu berangan-angan seandainya mereka diberi kesempatan untuk bisa kembali ke dunia, lalu mereka akan beramal shalih. Allah berfirman:
.
“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 12)
.
Namun itu semua hanya angan-angan yang tidak akan pernah terjadi. Lalu Allah menghukum mereka atas kekafiran mereka. Allah berfirman:
.
“Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, Pasti akan Aku penuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 13)
Mereka pun mendapat azab pedih yang abadi (kekal) di dalam neraka jahannam. Allah berfirman:
.
“Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 14)
Semoga Allah mewafatkan kita di atas ajaran Islam (tauhid) serta menjaga diri dan keluarga kita dari kekafiran dan azab kekal di neraka jahannam.

KEUTAMAAN DARI SHOLAT BERJAMA’AH

KEUTAMAAN DARI SHOLAT BERJAMA’AH Takrimul Quran

Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang melaksanakan sholat secara berjama’ah
.
Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :
.
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
.
“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
.
Dalam Hadist yang lain, Rasulullah Sholallahu Alaihi wassalam bersabda :
.
“Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
“Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim)
.
من صلَّى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل ، ومَن صلّى الصبح في جماعة فكأنما قام الليل كله
.
“Barangsiapa shalat isya’ secara berjamaah maka seakan-akan dia melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa shalat subuh berjamaah maka seakan-akan dia shalat seluruh malam.” (HR. Muslim)

DOA MEMOHON DIJAUHKAN DARI ORANG-ORANG ZALIM

DOA MEMOHON DIJAUHKAN DARI ORANG-ORANG ZALIM Takrimul Quran

فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”. (QS. al-Qasas : 21)
.
(Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir) apakah dirinya akan dapat dikejar oleh orang-orang yang mencarinya atau pertolongan Allah datang menyelamatkan dirinya? (dia berdoa, “Ya Rabbku! Selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”) yaitu, kaum Firaun.

Allah Menjamin

Alloh Menjamin Takrimul Quran

Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu berkata:
.
تَكَفَّلَ اللّٰهُ لِمَنْ قَرَأَ القُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيْهِ أَنْ لَا يَضِلُّ فِي الدُنْيَا وَلَا يَشْقَى في الآخرةِ
.
“Allah menjamin tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa-apa yang terkandung di dalamnya.”
.
Syarh Aqidah Thohawiyah: 13

MEREKA BUTUH AL-QUR’AN BARU KARENA YANG ADA SUDAH LUSUH

MEREKA BUTUH AL-QUR’AN BARU KARENA YANG ADA SUDAH LUSUH YATAQU

Ketika mereka telah terbiasa membaca al-Qur’an, ketika mereka terbiasa mempelajari al-Qur’an, mereka sedang mengupayakan menjaga al-Qur’an dengan menghafalnya, berusaha mengamalkannya dan senantiasa membersamainya, sebagaimana perkataan sebagian ulama, siapa saja yang ingin mengetahui bahwa dirinya mencintai Alloh dan rosulNya, maka perhatikanlah kecintaannya terhadap al-Qur’an, jika ia mencintai al-Qur’an, maka berarti ia mencintai Alloh dan rosulNya.
.
Tetapi kita dapati, ketika al-Qur’an yang mereka miliki telah tidak layak baca karna berbagai hal, seperti lembaran yang telah sobek, tinta yang memudar karna percikan air, atau cover depan yang sudah rusak, apakah kebersamaan mereka dengan al-Qur’an harus terhenti? Layakkah mereka terus membaca dan menghafal dengan kondisi al-Qur’an yang telah lusuh? Tidak tegalah diri kita selaku mukmin yang memperhatikan kondisi para penghafal al-Qur’an sedemikian rupa!
.
Yuk Investasikan Harta Anda Pada Property Akhirat Terbaik Dengan Wakaf Al-Qur’an.