Pengetahuan Archives - Yayasan Takrimul Quran

Yayasan Takrimul Quran

Tulang : Pabrik untuk Memproduksi Darah

 Al-Qur’an Al-Karim mendahului sains ratusan tahun dalam menentukan pentingnya tulang pada manusia. Dalam surah Maryam, Nabi Zakariya berdoa kepada Rabbnya untuk memberinya keturunan terlepas dari fakta bahwa istrinya adalah wanita tua yang mandul dan tulangnya sudah lemah (karena tua). Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim mengenai doa Nabi Zakariya:

          “Ia berkata ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada engkau, Ya Tuhanku.’ “ (QS. Maryam: 4)

Dalam ayat ini, Al-Qur’an merujuk kepada hubungan antara tulang dan fertilitas. Sains modern kini telah mengonfirmasi bahwa tulang memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan manusia. Tulang mengandung semua fosfor dan kalsium yang diperlukan tubuh, kemudian mengatur distribusinya dengan cara mengatur denyut jantung dan gerakan otot.

Selama masa hidupnya tulang secara terus menerus menghasilkan sel darah seperti leukosit dan eritrosit. Sains modern juga telah menentukan bahwa kondisi dari tulang memiliki pengaruh langsung terhadap sistem saraf. Karena itulah tulang berdampak langsung pada kemampuan seseorang untuk bereproduksi dan memiliki anak. Hal inilah yang dengan tepat disebutka oleh Al-Qur’an.

Keajaiban Kulit

Alloh SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS, An-Nisa: 56)

Apakah yang dijelaskan oleh sains mengenai fungsi kulit seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai tempat rasa sakit dan hukuman dirasakan?
Fungsi paling penting dari kulit adalah untuk merasakan berbagai macam sentuhan, panas atau rasa sakit. Pada permukaannya yang luas, terdapat berbagai titik di mana rasa dimulai dan berhubungan dengan ujung serabut saraf. Jumlah titik ini dalam satu cm2 bervariasi menurut lokasi reseptor. Sebagian besar darinya ditemukan di ujung jari. Rasa yang diterima kemudian bergerak dari titik-titik itu menuju serabut saraf hingga mencapai sistem saraf pusat di mana rasa itu dirasakan dan dikenali.

Kulit telah dijelaskan sebagai sumber utama dari rasa sakit, bukan anggota tubuh lainnya.
Apakah Muhammad SAW memiliki peralatan anatomi, yang manusia lain pada masanya tidak miliki? Atau, apakah ini salah satu tanda Alloh yang menunjukkan fakta bahwa Al-Qur’an adalah kalimat Alloh SWT, yang diturunkan bersama dengan ilmu-Nya?
Syeikh Zindani berkata,, “orang-orang dahulu percaya bahwa semua bagian tubuh merasakan sakit dimana pun orang itu dipukul. Sampai kemajuan dari ilmu anatomi menunjukkan kenyataan bahwa tidak semua bagian tubuh merasakan sakit, hanya kulitlah sumber rasa sakit. Contohnya, jika kita menusukkan jarum ke tubuh seseorang, rasa sakit itu berhenti setelah jarumnya melewati kulit dan masuk ke dalam daging. Para peneliti menemukan dengan bantuan mikroskop bahwa saraf terpusat pada kulit dan terdapat berbagai macam saraf sensorik. Beberpa darinya merasakan sentuhan, beberapa merasakan tekanan, beberapa merasakan panas dan beberapa merasakan dingin. Mereka menyadari bahwa saraf yang memberikan sensasi panasa dan dingin hanya ditemukan pada kulit.

Berdasarkan hal tersebut, jika seorang kafir masuk ke dalam neraka pada hari kebangkitan dan neraka memakan kulitnya, apa yang terjadi?
Orang – orang kafir tidak memiliki ayat yang dapat menjelaskan perihal iini kepada mereka. Hal ini menjadi pertanyaan yang tidak terjawab bagi orang-orang yang beriman di depan para ateis yang mencemooh para muslim, “Kalian mengancam kami dengan api! Api hanya memakan kulit kami, setelah itu kami akan terbebas!”

Namun jawaban dari pernyataan orang kafir tersebut datang dari Alloh SWT sebagai penjelasan rahasia di dalamnya dan sebagai peringatan kepada orang-orang kafir. Alloh SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.An-Nisa:56)

Alloh SWT memberitahu kita bahwa Dia akan mengganti kulit orang-orang kafir yang telah hangus dengan kulit baru sehingga mereka akan terus merasakan siksaan api neraka. Namun, sementara Alloh SWT memberitahu kita mengenai hukuman lain yang akan terjadi di dalam usus seperti meminum air yang mendidih, Dia tidak menjelaskan bahwa rasa sakit itu akan terus terasa dengan cara memperbaharui usus mereka. Dia justru berfirman:
“……(Apakah mereka) sama dengan orang yang kekal dalam jahanam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (QS. Muhammad: 15)

Kenapa di sini usus mereka dipotong? Telah ditemukan bahwa secara anatomi tidak terdapat saraf sensorik atau rasa panas dan dingin dalam usus. Usus dipotong dan ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit dirasakan saat minuman nerak itu masuk kedalam usus. Saat itulah orang akan kesakitan seperti ditusuk dengan pisau.

Karena itulah, Al-Qur’an menjelaskan apa yang terjadi pada kulit dan apa yang terjadi pada usus. Tentunya, penjelasan ini hanya berasal dari yang mengetahui struktur kulit dan usus, inilah rahasia dari penciptaan mereka.

Jantung: Mesin yang Tidak Pernah Istirahat

          Jantung adalah salah satu hal yang paling menakjubkan yang telah Alloh ciptakan. Jantung adalah alat yang memompa darah yang membawa nutrisi dan bahan bakaruntuk setiap sel, jaringan, anggota tubuh, dan sistem melalui suatu jaringan pembuluhyang panjangnya lebih dari 150 km. Jantung mulai bekerja sejak bulan kedua kehidupan janin sampai kematiannya. Jantung tidak lupa, tidak menyerah, tidak mengeluh. Dia bekerja terus-menerus tanpa istirahat, tanpa pemeriksaan, perbaikan, atau arahan.
           Manusia dalam kesombongannya merusak jantung dan mencapnya dengan bara kebencian dan melukainya dengan kesedihan. Jantung adalah pondasi kehidupan manusia. Manusia bergantung padanya dalam seluruh tindakan dan situasi. Seluruh energi dan pergerakannya berasal dari jantung. Jantung adalah alat yang luar biasa. Dia tidak terpengaruh oleh rasa lelah. Sebaliknya kekuatannya meningkat berkali-kali lipat untuk menghadapi pekerjaan darurat. Jantung adalah salah satu otot paling kompleks dalam hal struktur dan fungsinya karena merupakan otot yang paling kuat dan paling tangguh. Jantung berdenyut hingga delapan puluh kali permenit. Dalam kasus darurat, denyutnya mencapai seratus delapan puluh kali.
            Jantung memompa 8000 liter dalam satu hari; setara dengan 8 m3 darah. Dalam usia rata-rata manusia, jantung memompa darah yang cukup untuk mengisi salah satu gedung pencakar langit di dunia.
            Jantung bersifat unik karena tidak bergantung pada siste saraf. Denyutnya mengikuti sinyal listrik dari pusat pembangkitnya sendiri, yang merupakan pondasi dari cara kerjanya. Adapun otot jantung juga diberi nutrisi dengan cara yang sangat unik.
            Salah satu aspek paling menakjubkan dari jantung adalah katupnya yang membiarkan darah mengalir ke satu arah saja, dan ini merupakan hal yang sangat esensial. Jika jantung berhenti dan beristirahat, secara otomatis makhluk itu akan mati. Rosululloh SAW menyampaikan kebenaran saat beliau bersabda,
“Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging. Jika gumpalan daging itu bagus maka akan baguslah seluruh anggota tubuh. Jika gumpalan daging itu rusak maka akan rusak seluruh anggota tubuh. Ketahuilah gumpalang daging itu adalah jantung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Seorang penyair berkata yang artinya kira-kira:
Detak jantung seorang manusia memberitahunya bahwa hidup hanya menit dan detik.
Tinggalkanlah warisan sebelum kau mati, karena warisan manusia adalah kehidupannya yang kedua.

     Jantung adalah pusat pemahaman

        Kita sering bertanya apakah jantung pusat dari keyakinan dan kesabaran manusia? Jika benar begitu, bagaimana dengan transplantasi jantung dan jantung buatan? Apakah jantung ini yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah?  Belakangan ini saya menemukan jawaban baru yang telah saya cari sejak beberapa waktu yang lalu. Kami mengirim salah satu saudara kami ke ruang operasi untuk melihat transplantsi jantung di Amerika. Saudara kami ini bertanya pada mereka apkah mereka memperbolehkannya untuk bertemu dengan para pasien dan menanyakan beberapa pertanyaan? Mereka sangat keberatan dengan permintaan ini. Mereka memberitahu saudara kami bahwa para dokter dapat memberi informasi apapun yang dia inginkan.
        Kami pun melanjutkan penelitan kami. Selama penelitian ini, saya bertemu dengan seorang profesor dari Universitas King Abdul Aziz yang bertanya pada saya, “Apakah kamu sudah mendengar berita?” Saya bertanya, “Berita apa?” Dia menjawab, ‘ sebuah koran telah menerbitkanlebih dari tiga tahun yang lalu, telah ditemukan bahwa jantung bukan hanya pompa untuk darah, tetapi juga pusat pemahaman.” Saya memintanya utuk menunjukkan koran itu dan dia pun membawanya. Koran itu masih saya simpan sampai sekarang.
Setelah beberapa waktu berlalu, pusat transplantasi jantung di bangun di jordan. Saya berkata, “Ini adalah negara Arab. Mungkin Alloh akan mempermudah bagi kita untuk mendapat beberapa informasi berguna dan melihatnya dengan mata kepala sendiri.”
        Salah satu saudara kami yang meneliti topik ini berkata kepada saya, “Apakah kamu mendengar konferesi pers tentang orang pertama yang mendapatkan transplantasi jantung?’ Saya jawab tidak. Salah satu dokter saudi yang bekerja dalam bidang transplantasi jantung memanggil saya. Dia inngin meneliti topik ini. Saya berkata, “Saya ingin fokus pada perubahan mental dan psikologi dan kekuatan untuk membuat keputusan.” Dokter itu berkata, “Pertama-tama saya ingin memberitahumu hal yang telah diketahui oleh mereka yang bekerja dalam bidang ini: jantung yang baru tidak memiliki emosi ataupun reaksi” Saya bertanya kenapa, dan dia menjawab, “ Jika jantung itu didekatkan ke hal-hal yang berbahaya , dia tidak tampak terancam. Jika didekatkan ke hal-hal yang dia sukai, dia tampak tidak terpengaruh sama sekali. Seolah jantung itu dingin dan tidak merespon bersama dengan anggota tubuh yang lain.”
         Saya kemudian berkata, “Jika Alloh menghendaki, hal ini akan membuka banyak mukjizat al-Qur’an dan menjelaskan apa yang sedang kita cari. Bersabarlah karena kita masih berada di tahap awal.” Terdapat perkataan bahwa hormon telah ditemukan di jantung dan hormon ini mengirim sinyal ke seluruh bagian dari tubuh. Te;lah ditemukan juga bahwa jantung adalah pusat dari pertimbangan dan pemahaman, bukan sekedar pompa. Alloh Maha Mengetahui. Waktu pertemuan kami sudah dekat, jika Alloh SWT menghendaki.
Alloh SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya penglihatan, pendengaran dan hati, semua itu akan diminta pertanggung jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
         Dean Ornish berkata, “Saya yakin bahwa jantung adalah tempat di mana penyakit jantung dimulai pada kebanyakan orang,”
Ini merupakan opini dari seorang ahli kardiologi, Dean Ornish dari Universitas California, San Francisco. Selama lebih dari empat tahun, dia berusaha untuk mengalihkan penggumpalan di pembuluh arteri pada pasien penyakit jantung dengan cara membujuk mereka untuk membuat perubahan yang radikal dalam gaya hidup mereka. Perubahan ini menuntut agar perilaku dan hubungan mereka diubah. Selain itu, mereka juga harus berolahraga dan memiliki kebiasaan yang sehat.
         Jika seseorang menghindari masalah jantung, dia juga harus membuat perbaikan drastis pada jantungnya, dan itu adalah perubahan yang paling sulit. Kecenderungan untuk curiga dan reaksi yang ketus dapat menyebabkan respon biologi yang berarah pada penyakit arteri koroner, menurut Redford Williams, seorang dokter penyakit dalam yang sangat sukses danbintang yang bersinar dalam ilmu sains perilaku.
Wallohu’alam…

Fakta Menarik tentang Tubuh Manusia

Dalam setiap kehidupan manusia terdapat tanda-tanda mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Alloh SWT. Salah satu dari tanda itu adalah tubuh kita. Terdapat sekitar 300.000 utas rambut di kepala manusia. Tiap utas memiliki pangkal, pembuluh darah, otot, syaraf, dan kelenjar keringat.

Terdapat sepuluh lapisan di retikulum mata. Lapisan ini terdiri dari 140 juta reseptor cahaya, sel batang, dan sel kerucut. Sebuah syaraf optik memiliki lima ratus ribu neurofibril yang keluar dari mata menuju otak.

Di dalam telinga juga terdapat sesuatu yang tampak seperti retikulum mata. Terdapat 3000 sel aural untuk mengirim suara yang paling halus sekalipun ke otak. Ada sistem di otak yang mngukur perbedaan kronologis dari tibanya suara ke tiap telinga. Proses pengukuran ini memerlukan waktu kurang dari 1/1600 detik, dan memberitahu manusia dari sisi mana suara itu datang.

Di permukaan lidah, terdapat 9000 sel sel pengecap (gustatory) yang mengidentifikasi rasa manis, asam, pahit, asin. Tiap huruf yang diucapkan dengan bantuan lidah menggunakan tuju belas otot.

Dalam usia rata-rata manusia, jantung memompa darah yang dapat mengisi penuh gedung pencakar langit yang paling tinggi di dunia. Terdapat 14 milyar sel kortikal dan 100 milyar sel sustensasi yang fungsinya belum diketahui. Faktanya, otak manusia adalah bagian yang paling kompleks dalam tubuhnya.

Di dalam dinding perut terdapat milyaran sel yang mensekresikan berliter-liter asam hidrolik dalam satu hari. Para ilmuwan telah bekerja keras dalam memecahkan teka-teki ini: kenapa lambung tidak mencerna dirinya sendiri? Bukankah perut itu sendiri merupakan suatu mukjizat?

Di dalam usus, terdapat 300.000 jonjot usus untuk penyerapan makanan setiap 1 cm2. Jonjot-jonjot ini diperbaharui setiap 48 jam.

Di bawah permukaan kulit, terdapat 16 juta ‘air conditioner’ untuk mengatur suhu tubuh, yang disebut kelenjar respiratori.

Di dalam hati, terdapat tiga milyar sel yang diperbaharui total setiap empat bulan. Hati memiliki banyak fungsi yang penting sekaligus menakjubkan. Tak ada seorang pun yang dapat hidup tanpa hatinya lebih dari tiga jam.

Pada kedua ginjal, terdapat satu juta unit pembersih yang panjang terkombinasinya mencapai 100 km. Darah mengalir melalui ginjal lima kali sehari.

Semua itu adalah sedikit fakta mengenai tubuh kita yang menganggumkan. Fakta itu telah diterima dan tidak dapat disanggah. Fakta itu telah digunakan oleh para dokter selama berabad-abad. Alloh SWT berfirman:

“dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S. Adz-dzariyat:21)

Pewarisan Sifat

Bukhori dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rosululloh SAW dan berkata, “Ya Rosululloh, sesungguhnya istriku telah melahirkan seorang anak berkulit hitam (padahal aku berkulit putih). Dan aku curiga dia bukanlah anakku. “ Rosululloh SAW bertanya kepadanya, “Apakah kamu memiliki unta?” Badui menjawab”Ya. “ Rosululloh SAW bertanya lagi, “Apakah ada untamu yang berkulit hitam keabu-abuan?” Dia menjawab, “Ada, ya Rosululloh.” Rosululloh bertanya lagi , “Dari mana datangnya warna kulit unta itu?” Badui itu menjawab, “Ya Rosulilloh! Menurutku dulu ada induknya yang berwarna demikian.” Rosululloh pun berkata, ‘Mungkin juga (anakmu) telah mewarisi kulit salah seorang nenek moyangnya.” Rosululloh SAW tidak membiarkan orang itu menyangkal bahwa anak itu adalah aankanya.

Pada hadits di atas Rosululloh SAW merujuk kepada aturan pewarisan sifat. Ini baru ditemukan belakangan ini dan kebanyakan darinya ditemukan oleh Mendel. Hadits ini menjelaskan tentang sifat-sifat yang diwariskan. Seseorang dapat mewarisi sifat dari kakek atau nenek dari generasi berabad-abad sebelumnya. Fenomena ini diketahui dan disebutkan oleh ilmu pewarisan. Rosululloh SAW menyebutkan tentang hal ini dalam hadits tadi. Beliau menjelaskan aturannya melalui sifat-sifat di atas dengan menelusuri asal-usul seseorang hingga ke Adam. Apakah Mendel, Para ilmuwan, dan ahli antropologi lainnya menambahkan apa yang telah disebutkan oleh Rosululloh SAW ? Tidak, demi Alloh! Mereka tidak menambahkan apapun. Mereka hanya menjelaskan teori mereka dengan cara yang berbeda.

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa seorang wanita bertanya kepada Rosululloh SAW. “Apakah seorang wanita wajib mandi apabila mimpi basah dan melihat ada air mani?’ Maka Rosululloh SAW menjawab, ‘Ya. ‘Maka Aisyah berkata, “Semoga tanganmu berdebu dan capek.” Lalu Rosulilloh SAW bersabda, “ Biarkan saja dia. Adanya kemiripan (anak dengan ibunya) bukan hanya dari sebab itu. Apabila keluarnya air mani wanita mendahului keluarnya air mani laki-laki, maka anaknya akan menyerupai saudara-saudara  ibunya. Namun apabila air mani laki-laki mendahului air mani wanita, maka anak akan mirip saudara-saudara bapaknya.”

Hadits ini juga menegaskan dari hadits sebelumnya. Gamet jantan dan betina mengandung gen yang dibawa oleh kromosom yang berbeda pada setiap orang. Saat gen-gen tertentu dominan, sifat-sifat  yang dibawanya akan tampak pada anak itu. Hal inilah mengapa salah seorang ahli berkata, “sebelum bagian-bagian tubuh dan sifat berkembang pada manusia, dia hanyalah kumpulan dari 45 kromosom yang memiliki jumlah gen yang besar yang berbeda pada setiap orang. Seluruh kromosom dan gen ini ditemukan pada adam dan mulai tersebar kepada keturunannya. Perihal ini sederhana dan mudah dimengerti. Tombol pesawat telepon yang kita miliki hanya terdiri dari 10 nomor yang dapatkita gunakan dari kombinasi yang berbeda beda untuk menelopon siapapun yang kita inginkan di seluruh dunia. Artinya, seluruh nomor telepon di dunia tersedia pada tombol-tombol itu.

Logika berpikir ini dokonfirmasi dalam firman Alloh SWT sebagai berikut:

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri[493], Maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (Al-An’am :98).

Setiap manusia membawa gen dalam selnya untuk seluruh keturunannya. Alloh SWT dengan pengetahuan dan kekuasaan-Nya yang sempurna meliputi hal tersebut saat gen-gen ini berpindah dari tempat asal mereka di tulang sulbi laki-laki menuju rahim perempuan. Perjalanan yang ditempuhnya sangat jauh, tetapi telah diperkirakan dengan akurat dan ditentukan dalam semua tahapan, fase dan pergerakannya. Bahkan, perjalanan tersebut telah diprogram dengan teliti oleh Maha Teliti lagi Maha Bijaksana.

Ini membawa kita semakin dekat ayat suci dalam Al-Qur’an:

“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua Kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang Kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka Apakah Engkau akan membinasakan Kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”(QS. Al-A’raf: 172-173).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik bahwa Rosululloh bersabda, “Alloh SWT berkata kepada penghuni neraka yang paling ringan azabnya, ‘Apakah seandainya kamu memiliki dunia seisinya, maukah kamu menebus siksa ini dengan itu semua?’ Dia  menjawab, ‘Iya , mau.’ Alloh pun berkata, ‘Sungguh, dahulu Aku telah menghendaki darimu sesuatu yang lebih mudah daripada itu yaitu ketika kamu berada di tulang sulbi Adam; ‘Janganlah kamu mempersekutukan Aku dan Aku tidak akan memasukkanmu ke neraka. Akan tetapi kamu enggan, melainkan berbuat syirik’.”

Sel kelamin primer berasal dari dinding vesikula kemudian berpindah ke kelenjar kelamin, ya ng kemudian terbentuk di bagian belakang dari makhluk baru itu dan bertambah banyak di sana..

Dalam  hadits lain yang diriwayatkan oleh imam malik dari Muslim bin Yasar Al-Juhani bahwa Umar bin Khattab ditanya mengenai ayat ini:

“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (QS. Al-A’raf: 172).

Umar bin Khattab berkata, “Aku mendengar Rosululloh SAW ditanya tentang ayat ini maka Rosululloh SAW bersabda:

“Sesungguhnya Alloh SWT menciptakan Adam lalu mengusap punggungnya dengan tangan kanan-Nya. Alloh SWT mengeluarkan darinya beberapa  keturunan. Keudian Dia berfirman, “Aku ciptakan mereka untuk surga dan mereka beramal dengan amalan ahli surga.’ Kemudian Alloh kembali mengusap punggung adam dan mengeluarkan darinya keturunan. Kemudian Alloh SWT berfirman ‘Aku ciptakan mereka untuk neraka, dan mereka beramal dengan amalan ahli neraka’.”

Seorang laki-laki lalu bertanya, “Wahai Rosululloh, lalu untuk apa kita beramal?” Rosululloh SAW menjawab, “Sesungguhnya apabila Alloh menciptakan seorang hamba untuk menghuni surga maka Alloh memperkejakannya  dengan amalan ahli surga sehingga ia meninggal di atas amalan ahli surga sehingga Alloh memasukkannya ke dalam surga. Dan apabila Alloh menciptakan seorang hamba ahli neraka maka Alloh memperkerjakannya dengan amalan ahli neraka hingga dia meninggal di atas amalan ahli neraka sehingga Alloh memasukkannya ke neraka.”

Telah menceritakan kepadaku, dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rosululloh SAW brsabda, “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”

*dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

Identifikasi Kepribadian Manusia

Abu Daud dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rosululloh SAW bersabda:

“Tiga (orang) yang amalnya tidak dicatat, yaitu orang yang tidur sampai dia bangun, orang yang kehilangan akal (gila) sampai sembuh, dan anak kecil sampai dia balig.”

Dalam ilmu kedokteran modern telah dibuktikan bahwa sel manusia yang ada di kulit, otot, tulang, dan mata akan diperbarui setiap tujuh tahun. Kecuali, sel saraf yang berhenti tumbuh saat seseorang mencapai umur tujuh tahun, karana 90% dari sel saraf sudah berkembang pada saat itu.

Jika sel saraf berubah, akan terjadi perubahan pada kepribadian orang itu dan membuatnya memiliki kepribadian yang berbeda  setiap hari. Hal ini merupakan perwujudan dari sifat alami yang menakjubkan dari ciptaan Alloh SWT  dan rahmat-Nya. Karena, Dia mengampuni seseorang sebelum mencapai kedewasaannya.

Saat seorang anak tumbuh dewasa, kepribadiannya terbentuk melalui stabilitas sel-sel sarafnya yang tidak bertambah atau berkurang akibat kerusakan atau kematian. Jika sel saraf seseorang rentan terhadap perubahan, fungsinya akan terhambat. Mahasuci Alloh yang berfirman:

janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Al-Qasas : 88)

 

 

Manusia Dibangkitkan dari Tulang Ekor

Dr. Zaghoul An-Najjar berkata:

Dalam hadits Nabi SAW, tulang ekor pernah disebut sebagai bagian dari manusia yang darinya tubuhnya diciptakan dan akan tetap ada setelah manusia mati dan tubuhnya membusuk. Dan manusia akan dibangkitkan darinya sekali lagi. Rosululloh SAW mengindikasikan bahwa tubuh manusia dapat membusuk seluruhnya kecuali tulang ekor. Pada saat Alloh SWT membangkitkan manusia, Dia akan menurunkan air dari langit dan setiap manusia akan tumbuh kembali dari tulang ekornya seperti tanaman tumbuh dari benihnya.

Salah satu dari banyak hadits ini adalah yang diriwayatkan oleh bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Bumi memakan seluruh anak Adam kecuali tulang ekornya. Dia diciptakan darinya, dan darinya dia dibangkitkan.”

Dalam versi lain yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri RA bahwa Rosululloh SAW bersabda, “Bumi akan memakan semua bagian tubuh kecuali tulang ekornya.” Dia bertanya pada Rasul, “Apakah tulang ekor itu ya Rosululloh?” beliau bersabda , “Dia seperti biji sawi. Dan penciptaan manusia dimulai darinya.”

Imam Muslim juga meriwayatkan versi yang sama dari Abu Hurairoh RA Bahwa Rosululloh SAW bersabda, “Bumi akan memakan semua anak Adam kecuali tulang ekornya dari mana tubuhnya akan dibentuk kembali (pada hari kebangkitan).”

Dalam versi lain yang diriwayatkan olehnya, Rosululloh SAW Bersabda, “Terdapat tulang pada tubuh manusia, yang tidak akan dimakan oleh bumi dan darinya tubuh barunya dibangkitkan (pada hari kebangkitan).” Mereka berkata, “Ya Rosululloh SAW, tulang apakah itu?” Lalu beliau menjawab, “Tulang ekor.”

Abu Hurairoh RA meriwayatkan bahwa Rosululloh SAW bersabda, “Jarak antara dua tiupan sangsakala itu adalah empat puluh.” Mereka bertanya, “Wahai Abu Hurairoh, apakah maksudmu 40 hari?” Beliau berkata, “Aku tak mampu menjawabnya.” Mereka bertanya lagi, “Apakah yang dimaksud 40 tahun?” Beliau tetap menjawab, “Aku tak mampu menjawabnya.” Kemudian Alloh akan menurunkan hujan dari langit dan mereka (manusia) akan tumbuh seperti tanaman.

Satu-satunya bagian manusia yang tidak membususk adalah tulang ekor, darinya seluruh rangka akan dibentuk kembali pada hari kebangkitan.

Semua riwayat yang mulia dan shohih ini mengandung fakta ilmiah yang belum diketahui sampai akhir-akhir ini ketika para ahli embriologi menemukan bahwa tubuh manusia terdiri dari strip (kepingan) yang halus yang disebut “fundamental strip” yang dibentuk dengan izin Alloh Ta’ala  pada hari ke-5 setelah pembuahan sel  telur dan penanaman di dinding uterus. Segera setelah munculnya kepingan itu, janin mulai tumbuh dalam setiap fasenya, terutama sistem saraf. Ini juga merupakan awal mula dari saraf tulang belakang dan bagian tubuh lainnya.

Alloh Ta’ala memberikan pada kepingan  ini kemampuan untuk menginduksi sel-sel agar membelah, memiliki fungsi yang berbeda, dan tersusun menjadi jaringan yang terspesialisasi dan bagian-bagian yang saling berkomplementer dalam melakukan fungsi mereka.

Telah ditemukan juga bahwa “fundamental strip” ini akan hancur kecuali suatu bagian kecil darinya yang tersimpan di bagian ujung tulang belakang. Bagian kecil inilah yang dikenal sebagai tulang ekor dalam sabda Rosul. Jika seseorang mati, seluruh tubuhnya akan dimakan oleh bumi kecuali tulang ekornya. Sabda Rosul SAW mengindikasikan bahwa Alloh Ta’ala akan menurunkan air dari langit dan manusia akan tumbuh seperti tanaman.

Sekelompok ilmuwan Cina telah menetapkan kemustahilan dari rusaknya tulang ekor dalam beberapa eksperimen di laboratorium. Serangkaian percobaan untuk menghancurkannya telah dilakukan baik secara kimiawi dengan menggunakan larutan asam yang sangat kuat maupun secara fisik melalui pembakaran atau pelumatan, atau memaparkannya pada sinar cahaya yang berbeda beda.semua ini menegaskan kebenaran  sabda Rosululloh SAW  yang telah mendahului semua sains yang ada saat ini selama 1400 tahun.

Di sini, pertanyaan yang sangat penting muncul : mengapa Muhammad  SAW menyelami topik ilmiah seperti ini pada saat dimana tidak ada manusia yang memiliki pengetahuan tentangnya? Dari mana Nabi dan Rosul terakhir ini  mendapatkan pengetahuan tersebut, jika tidak terhubungkan dengan wahyu ilahi dan tidak diajari oleh Sang Pencipta langit dan Bumi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu menjelaskan bahwa ilmu Alloh meliputi segalanya , bahwa manusia suatu hari akan mengetahui tentang tahapan-tahapan perkembangan janin. Sehingga, Dia mengajarkan Nabi dan Rosul terakhir-Nya untuk menyampaikan fakta ini. Sehingga dapat menjadi saksi dari kebenaran kenabiannya dan fakta bahwa beliau menerima wahyu dari Sang Pencipta dan bisa terus menjadi bukti yang kekal di semua waktu dan tempat.

Karena masa kita ditandai dengan penemuan ilmiah dan perkembangan teknologi yang tidak tersedia pada masa lampau, indikasi-indikasi ilmiah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah ini akan  menjadi bahasan di masa kita dan sarana untuk memanggil manusia menuju agama Alloh, yang selainnya tidak akan Alloh terima. Apakah manusia berakal akan membayangkan bahwa sumber dari fakta ilmiah yang sudah ada sejak 1400 tahun yang lalu dapat berasal dari selain wahyu Alloh Ta’ala, Sang Pencipta.

Mahasuci Alloh Ta’ala Yang menciptakan dan Menyempurnakan ciptaan-Nya. Dia mewahyukan firman-Nya kepada Nabi dan Rasul terakhir dengan kebenaran yang tidak terpengaruh oleh kepalsuan dari depan maupun dari belakang. Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW keturunannya, para shahabatnya, para pengikut ajarannya, serta yang menyeru kepada ajarannya hingga akhir zaman.

 

Sidik Jari dan Identitas Seseorang

“ aku bersumpah demi hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang Amat menyesali (dirinya sendiri).. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.” (QS. Al-Qiyamah)

Al-Qurthubi Zajjaj dalam ulasan mengenai ayat-ayat di atas berkata, “Beberapa orang mengklaim bahwa Alloh Ta’ala tidak membangkitkan yang mati dan tidak mampu mengumpulkan kembali tulang belulang yang telah membusuk. Maka Alloh Ta’ala membalas mereka bahwa dia mampu mengumpulkan kembali bahkan bahkan tulang belulang yang paling kecil sekalipun. Jika Dia mampu melakukan ini maka tentunya Dia mampu mengumpulkan tulang belulang yang lebih besar.

Di sini, kita perlu menarik perhatian kepada fakta bahwa para ulama kala itu tidak memiliki peralatan medis modern yang mengizinkan mereka untuk mengetahui apa yang ditemukan para ahli anatomi kontemporer temukan sekian abad setelahnya.

Pendahuluan Sejarah

Pada tahun 1823, seorang ahli anatomi dari Ceko, Purkinje, menemukan kenyataan tentang sidik jari. Setiap sidik jari pada ujung jari satu orang dengan yang lainnya berbeda. Dia menemukan tiga jenis jari: berbentuk bususr, sirkular, dan kotak. Garis-garis ini disebut komponen karena terdiri dari bentuk yang berbeda.

Pada tahun 1858 seorang ilmuwan dari inggris, William Herschel, menunjukkan fakta bahwa sidik jari berbeda-beda pada tiap orang. Hal tersebut menjadikan sidik jari sebagai karakteristik yang khusus pada masing-masing individu.

Pada tahun 1877, Dr. Henry Faulds menemukan cara untuk menempatkan bahwa bentuk sidik jari dari tiap jari akan tetap sepanjang hidup orang tersebut. Sidik jarinya tidak akan berubah, apapun yang terjadi. Seorang ilmuwan menemukan bahwa salah satu dari  mumi mesir yang dibalsam, sidik jarinya tetap bertahan dengan jelas.

Galton juga membuktikan bahwa tidak ada dua orang yang memiliki garis-garis lentur yang sama. Dia juga menegaskan bahwa garis-garis lentur ini sudah terlihat pada jari bayi yang belum lahir, di dalam janin ibunya saat kehamilan antara 100-120 hari.

Pada tahun 1893, seorang komisaris Scotland Yard, Edward Henry menemukan metode yang mudah untuk mengklasifikasi dan mengumpulkan sidik jari. Dia menganggap bahwa sidik jari dari tiap jari dapat dikelompokkan menjadi delapan delapan tipe utama. Dia juga menganggap kesepuluh jari dari kedua tangan sebagai unit yang lengkap dan cukup untuk menentukan identitas seseorang. Dalam tahun yang sama, sidik jari dimasukkan sebagai alat bukti yang kuat dalam departemen kepolisian di Scotland Yard, menurut British Encyclopedia.

Sejak penemuan sidik jari, para peneliti telah melakukan studi pada banyak orang dari berbagai ras dan tidak ada satu pun sidik jari yang sama dari masing-masing orang.

Fakta Ilmiah

Sidik jari janin terbentuk pada bulan keempat kehamilan dan sidik jari ini akan tetap ada sepanjang hidupnya.

Sidik jari adalah kumpulan dari garis-garis lentur yang terbentuk dari kohesi lapisan cutis (dermis) dengan kulit.

Garis-garis lentur ini berbeda pada setiap orang, tidak ada dua orang dengan garis yang sama.

Sidik jari telah menjadi cara yang ideal untuk mengenali identitas seseorang.

Tafsir ilmiah

aku bersumpah demi hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang Amat menyesali (dirinya sendiri).  Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (Q.S. Al-Qiyamah: 1-4)

Ayat-ayat mulia ini telah menarik perhatian serta ketakjuban dari para ahli tafsir karena Alloh Ta’ala bersumpah demi hari kiamat dan dengan jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri. Alloh Ta’ala bersumpah dengan keduanya  mengenai suatu hal besar  yang dianggap sebagai salah satu tiang dari keimanan dalam islam, yaitu iman terhadap kebangkitan setelah kematian dan pengumpulan tulang belulang dalam persiapan menuju perhitungan dan pembalasan.

Setelah Alloh Ta’ala bersumpah dengannya,D ia menjelaskan bahwa kebangkitkan yang mati dan mengumpulkan tulang mereka tidak mustahil bagi-Nya; karena Dia yang mampu mengumpulkan tulang jemari manusia dengan sempurna, juga mampu mengumpulkan tulang belulangnya dan membuatnya hidup kembali.

Namun, hal yang paling mengejutkan dalam cerminan pertama mengenai sumpah ini adalah kemampuan untuk mengumpulkan kembali ujung jemari manusia. Ujung jari adalah bagian yang sangat kecil dari tubuh manusia dan sulit untuk mengumpulkan tulang kemudian menghidupkannya kembali setelah membusuk. Mampu menciptakan bagian terkecil saja bisa, apalagi menciptakan bagian yang besar.

Suatu ketika beberapa pelaku kriminal di kota chicago Amerika Serikat, yakin bahwa mereka dapat mengubah sidik jari mereka. Mereka megubah kulit dari jemari mereka kemudian menggantikannya dengan potongan-potongan daging yang baru, yang diambil dari bagian tubuh mereka yang lain. Mereka kecewa saat melihat potongan daging yang ditanam tumbuh dan memiliki sidik jari yang sama. Selama sembilan puluh tahun sejak kateggorisasi sidik jari telah dilakukan, tidak pernah ada sidik jari dari dua orang yang sama.

Karena itu, bukanlah suatu hal yang mengejutkan bahwa sidik jari adalah salah satu tanda Alloh Ta’ala di mana dia menempatkan rahasia dari ciptaan-Nya dan dapat dengan mudah mengenalinya. Sehingga, sidik jari adalah saksi yang paling nyata di dunia dan di akhirat.

Selain itu, sidik jari menunjukkan kekuasaan Sang Pencipta dalam menciptakan garis-garis yang sangat halus pada tempat yang sempit, yang tidak melebihi beberapa cm2.

Bukankah ini merupakan keajaiban ilmiah yang mengagumkan, yang menunjukkan kekuatan absolut dari Sang Pencipta? Dia berfirman dalam kitabnya yang agung:

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fussilat:53).

 

Referensi ilmiah

British Encyclopedia menyebutkan : “Para ahli anatomi awal telah mendeskripsikan garis-garis pada jari. Tetapi, ketertarikan dalam identifikasi sidik jari modern sudah dimulai sejak tahun 1880, saat jurnal ilmiah Inggris, Nature, memublikasikan surat-surat dari Henry Faulds dan William james Herschel yang menggambarkan keunikan dan sifat permanen dari sidik jari. Pengamatan mereka telah diverifikasi sidik jari berdasarkan polanya menjadi busur, putaran, dan lingkaran. Sistem Galton kemudian menjadi dasar dari sistem klasifikasi sidik jari yang dikembangkan oleh Sir Edward R. Henry, yang kemudian menjadi kepala komisaris dari London Metropolitan Police.”

Disebutkan juga bahwa sidik jari memberikan sarana yang sempurna untuk identifikasi perorangan, karena susunan garis pada setiap jari masing-masing orang adalah unik dan tidak berubah seiring pertumbuhan dan usia. Sidik jari dapat membuka identitas asli dari seseorang terlepas dari sanggahan orang itu, nama yang digunakan, atau perubahan pada penampilan orang itu akibat usia, penyakit, operasi plastik, ataupun kecelakaan.”

Aspek mukjizat

Setelah para pagan Quraisy menyanggah bahwa manusia akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat, mereka berpikir, “Bagaimana mungkin Alloh dapat mengumpulkan tulang-tulang dari orang mati?” Rabb semesta alam menjawab, dia tidak hanya mampu untuk mengumpulkan tulang belulangdari mereka yang telah matitetapi juga mampu menyusun kembali ujung jemari mereka dengan sempurna, yang merupakan bagian yang kecildan halus dari tubuh manusia. Darinya-lah seseorang dapat diidentifikasi dan membedakan seseorang dengan yang lainnya, terlepas dari apapun yang pernah menimpa dirinya. Ini adalah hasil dari penemuan ilmiah dan penelitian sejak akhir abad ke 19.

*Mukjizat Al-Qur’an yang Tak Terbantahkan

 

 

 

ISLAM dan SCIENCE

Islam dan science adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan walaupun al-Qur’an bukan kitab science tetapi hampir seluruh penemuan modern saat ini selalu menjadi bukti kebenaran al-Qur’an. Ini menujukkan bahwa Islam lebih mendahului science.

Islam adalah agama fitrohnya manusia di muka bumi ini tidak ada satu hal pun dalam islam yang tidak masuk akal kecuali akalnya telah diracuni oleh pemikiran-pemikiran menyimpang.

Dalam Islam pengetahuan tentang realitas itu tidakhanya berdasarkan akal saja, tapi juga wahyu, instuisi dan pengalaman. Tapi dalam sains Baratakal diletakkan lebih tinggi dari pada wahyu. Sehingga sainstidak berhubungan harmonis dengan agama bahkan meninggalkan agama.

Cara Pandang islamic science Terhadap Kosmos, Menurut pandangan hidup islamic science, alam semesta ini adalah great book, kitab ciptaan Tuhan oleh karenanya alam harus dipahami, dilihat, diamati dan diteliti dengan pandangan hidup Islam. Zaidi Ismail membahas bagaimana Islam memandang alam sebagai obyek utama sains.

Cara pandang islamicscience yang di refleksikan oleh pandangan hidup Islam dapat di lacak dari peristilahan yang di gunakan dalam Alquran dan hadits. Istilah ilmu (‘ilm), ilmuwan (al ‘alim), dan alam (al ‘alam) merupakan derivasi dari akar kata yang sama dengan moralitas manusia.

Ini menunjukan bahwa memahami objek ilmu yang merupakan ciptaan Tuhan itu mesti menggunakan etika dan moralitas. Kaitan antara ilmu, ilmuwan, dan alam semesta dapatdengan mudah dipahami karena ketiganya mempunyai indikasi-indikasi kuat.

Korelasi ketiganya bagi orang yang mau berpikir akan menunjukan tuhan adalah penciptanya. Integralitas seperti yang digambarkan di atas berdampak terhadap orientasi sains masyarakat muslim dann itu adalah sebagian dari world view Islam yang dapat menjadi basis bagi lahirnya tradisi intelektual Islam.

*dari berbagai sumber

Awal Penciptaan Manusia

Syaikh Az-Zindani pernah bertemu dengan seorang profesor dari Amerika bernama Profesor Marshall. Ia salah seorang ilmuan terkemuka. Kami bertanya padanya, “Al-Qur’an menyebutkan bahwa manusia diciptakan dalam beberapa tahap.” Saat mendengar ini, dia langsung terkejutkemudian bertanya, “Dalam beberapa tahap?” kami menjawab, “Kitab yang memberi tahu kami bahwa manusia diciptakan dalam beberapa tahap ini diturunkan pada abad ke-7.

Dia berkata, “Ini tidak mungkin! Tidak mungkin!” Kami bertanya, “Mengapa Anda berkesimpulan seperti itu? Alloh Ta’ala berfirman:

“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Az-Zumar:6)

“mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?. Padahal Dia Sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.” (QS. Nuh: 13-14)

Profesor ini kemudian duduk kembali dan berkata, setelah merenung beberapa saat, “Saya memiliki beberapa tanggapan. Ada tiga kemungkinan tentang hal ini:

Satu, Muhammmad memiliki mikroskop besar yang dengannya dia dapat mempelajari ilmu ini dan tahu apa yang orang lain tidak ketahui. Sehingga dia dapat menyampaikan ilmu ini.

Dua, Pengetahuan ini hanya kebetulan saja.

Tiga, Dia adalah utusan Alloh Ta’ala.

Kami berkata, “Untuk hipotesis pertama bahwa Muhammad SAW memiliki mikroskop atau alat semacamnya; anda tahu bahwa untuk membuat mikroskop diperlukan lensa, dan lensa memerlukan kaca, keahlian, dan juga peralatan. Selain itu, brbrrapa informasi tersebut tidak dapat diperoleh tanpa menggunakan mikroskop elektron yang bergantung pada listrik. Sedangkan listrik memerlukan teknologi yang ditemukan di awal. Oleh karena itu, tidak mungkin bagi satu generasi untuk menemukan sains ini dalam satu waktu; harus ada generasi sebelumnyayabg telah mengembangkan sains itu sebelumnya, untuk diteruskan ke generasi berikutnya.

Apakah mungkin juga pada saat itu, hanya ada satu orang yang memiliki teknologi ini dan tidak ada orang sebelum maupun setelah nabi Muhammad yang memilikinya, baik di kotanya, di kota-kota tetangganya, atau negeri-negeri tetangganya, bahkan bangsa romawi, persia dan arab tidak tahu mengenai teknologi ilmiah itu? Apakah mungkin bahwa hanya ada satu orang yang memiliki seluruh peralatan teknologi canggih seperti itu dan dia tidak mewariskan untuk siapapun setelahnya? Apakah mungkin hal seperti itu terjadi?’

Profesor itu pun berkata, “Argumen anda benar.”

Kami kemudian berkata, “Mengenai hipotesis kedua bahwa hal tersebut mungkin hanya kebetulan. Apakah pendapat anda jika kami berkata bahwa al-Qur’an tidak menyebutkan fakta ini pada satu ayat saja, melainkan pada beberapa ayat yang tidak menyebutkannya dalam ringkasan tapi dengan detail, menjelaskan apa yang terjadi pada tiap tahap; dapatkah kita menyebutnya sebagai sebuah kebetulan?”

Saat kami menjelaskan tahapan-tahapan itu padanya, sebgaimana yang disebutkan dalam detil yang menakjubkan di dalam Al-Qur’an yang mulia, dia berkata, “Tidaklah patut jika hal ini dianggap sebagai kebetulan. Ini adalah sins yang telah dipikirkan dengan matang.”

Kami bertanya padanya, “Jadi bagaimana  anda menginterprestasikan hal ini?”

Dia berkata, “Saya tidak bisa menginterprestasikan ini selain mengatakan bahwa ini adalah wahyu yang diturunkan.”

Sebuah tetesan (zigot) terdiri dari air mani seseorang laki-laki dan sel telur wanita. Satu spermatozoa telah mempenetrasi sel telur wanita dan membuahinya, sehingga sel telur menolak spermatozoa lainnya. Inilah bagaimana proses penciptaan sebuah makhluk terjadi. Ini adalah tahap pertama dari perkembangan manusia. Dan inilah yang dimaksud dlam Al-Qur’an pada ayat:

“dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (al-Mu’minun : 12-13)

Dalam bahasa Arab zigot disebut sebgai nutfah yang berarti tetesan atau setetes cairan. Dalam tetesan inilah setiap karakteristik seorang manusia tersimpan. Alloh Ta’ala berfirman:

binasalah manusia; Alangkah Amat sangat kekafirannya?. dari Apakah Allah menciptakannya?. dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. (QS. Abasa: 17-19)

Sipakah yang memberitahu pemimpin kita, Muhammad SAW bahwa seluruh detil sifat seorang manusia telah ditentukan dalam tetesan ini? Kita juga memahami-melihat apa yang telah disampaikan oleh nabi Muhammad SAW-Bahwa salah satu dari apa yang telah ditentukan dalam tetesan ini adalah apakah makhluk yang sedang dalam penciptaan ini akan menadi seorang laki-laki dan perempuan.

Apakah ada seseorang yang pernah membayangkan nasib dari setetes cairan, apakah dia akan menjadi seorang laki-laki atau perempuan, telah ditentukan pada saat tetesan itu dikeluarkan? Al-Qur’an menyebutkan:

“dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. An-Najm: 45-46)

Siapa yang dapat memberitahu Muhammad SAW jika bukan Alloh? DNA dalam setetes sperma hanya diketahui setelah penemuan mikroskop elektron pada tahun 1940-an. Hal itu berarti baru ditemukan setengah abad yang lalu.

Baru setelah itu ditemukan adanya kromosom jantan dan betina(masing-masing dikenal sebagai kromosom X dan Y). Karena itu pada awal abad ke-20, manusia tidak tahu bahwa kromosom jantan dan betina telah ditemukan di dalam zigot, tapi sebuah kitab telah mengungkapkan fakta ini lebih dari 14 abad yang lalu, dan menetapkannya dalam kalimat yang jelas. Jika seseorang melihat ke dalam buku-buku Tafsir, ia akan tahu bahwa mereka semua menegaskan hal tersebut.

*Mukjizat Al-Qur’an yang Tak terbantahkan