Ahlan wa sahlan, Di Dasboard website Yayasan Takrimul Quran !
takrimulquran@gmail.com

Distribusi Ke Pesisir Pantai Serang Yang Memberi Kesan Mendalam

Distribusi Ke Pesisir Pantai Serang Yang Memberi Kesan Mendalam

Tak ada yang “istimewa”. Seperti biasa, kita menjalankan distribusi al-Qur’an ke pesantren-pesantren dan lembaga yang membutuhkan. Dan pada kesempatan Rabu, 27 Maret ini kita distribusi ke wilayah Serang Banten. Subuh kita berangkat. Dan juga seperti biasa, perjalanan ke Serang kurang lebih menghabiskan waktu 5 jam an sampai ke lokasi tujuan. Lelah? Ya, itu pun biasa. Semua sudah biasa kita rasakan. Tak ada yang istimewa. Tetapi tentu saja, meskipun ini adalah rutinitas biasa yang kita lakukan, namun justru semangatnya kian bertambah.

Entah kenapa? Yang pasti kita merasakan manfaat yang begitu luar biasa dari distribusi ini. Saat berjumpa dengan para santri penghafal Qur’an yang semakin tampak bertambah semarak, juga saat mendapat huluran do’a-do’a dari para santri juga para Kyai dan ustadz dari pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga itu.

Oh ya, tetapi mungkin untuk perjalanan kali ini agak sedikit berbeda. Ada kesan yang mendalam. Yaitu, saat tiba di lokasi awal yang berdekatan dengan pesisir pantai di Jl. Lontar Kp. Supung RT.01 RW.01 Desa Alang-Alang. Kec.Tirtayasa, Serang-Banten. Di lokasi ini kita bertemu dengan seorang Ustadz yang tampak sederhana dari penampilan dan bicaranya. Ust Uup Ghufron namanya. Beliau adalah pimpinan PAUD/KOBER As-Salam. Kita juga datang ke tempat ini atas permintaan Ustadz tersebut yang awalnya mengajukan wakaf al-Qur’an untuk para murid yang beliau bina.

Di situlah juga kita mendapat kesan mendalam tersebut. Kita merasa sangat bersyukur dapat melakukan perjalanan ke tempat itu. Di sini kita bisa melihat bagaimana perjuangan Ust. Uup yang berjuang menggerakkan masyarakat untuk kembali kepada al-Qur’an, yang itu beliau mulai dari anak-anak. Karena menurut beliau, lebih mudah mengarahkan anak-anak untuk cinta al-Qur’an daripada anak remaja yang saat ini sudah banyak terkontaminasi pendidikan non Islami.

Dengan bangunan seadanya, juga sebuah pendopo sederhana di pinggiran sawah, beliau bersama beberapa ustadz dan ustadzah mendidik anak-anak yang berjumlah 140 anak dengan penuh semangat untuk belajar dan menghafal al-Qur’an.

Ah, sungguh sangat indah melihat pemandangan tersebut. Tetapi tentu, cerita tentang seorang ustadz yang berjuang mungkin sering kita dengar, Ya kan? Lain ceritanya kalau ternyata, sosok yang mengabdikan dirinya itu ternyata adalah seorang dosen di universitas paramadina Jakarta. Ya, ust. Uup itu ternyata seorang dosen di salah satu universitas terkenal di Indonesia. Kami pun terkejut ketika pertama kali mendengarnya. Bahkan istri beliau sedang menempuh S3 di salah satu universitas di Serang, Banten.

Masyaalloh… Luar biasa sekali. Beliau yang tampak sederhana itu ternyata bukan orang biasa. Tetapi itu tak menjadikan beliau melupakan kondisi masyarakat di sekitar beliau, dan mencukupkan diri dengan menikmati hidup yang beliau rutin jalani.

Tentu ini harus kita reguk sebagai pelajaran berharga, bukan hanya kita terima sekedar pengalaman yang berkesan. Karena jika hanya kesan, pasti akan segera menguap dan terbang meninggalkan alam pikiran kita. Tetapi dengan mereguknya, akan masuk ke dalam jiwa dan menjadi suluh yang menambah semangat dan kekuatan kita dalam berdakwah. Menebarkan kebaikan tanpa lelah.

Inilah setitik kesan yang dapat kita tanggap dari sepenggal perjalanan distribusi kita kali ini. Semoga Alloh ta’ala senantiasa memberikan keistiqomahan pada kita untuk terus mendukung dakwah ini dan memberikan kita pahala tak berhingga atas setiap perngorbanan yang kita lakukan.

Oh ya… selain PAUD/KOBER As-Salam, kita juga sempat mengunjungi PAUD Nurul Huda/MI Daarul Huda di Desa Rancailat, Kec.Kresek, Kab.Tangerang Banten yang dinahkodai oleh Ustadz Anwar Awalani, S.Sos. Pada beliau, kami titipkan 2 paket mushaf untuk santri beliau mempelajari al-Qur’an.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat